sesuatu yang indah akan tiba saatnya
kita hanyalah sesuatu yang menanti
aku menantimu kawan
di seberang sekolah
ketika bel pulang sekolah melaju
kita masih di sekolah dasar
bersama menelusuri jlan dengan sejuta mimpi
kita akan ke sansiro
idealismeku tentangg sebuah harapan kini kupertanyakan,aku kalah ahri ini tapi aku berjanji demi tanah kelahirranku,suatu hari nanti aku akan kembali.hari ini aku akan membuat perjanjian tentang kalian,para pengeccut aku akan membalaskan semua dendam para anak anak siantar yang kalian paksa harus pergi mengejar mimpi ,jangan tanyaklan padaku arti idealismeku dan jangan pernah kau coba ajariku tentang nasionalisme,aku adalah aku aku akan terus mengingat ketika mereka berhenti untuk menggapai,aku akan pulang dalam membawa kedamaian hingga debu debu jalanan akan merasakan cinta dan kita menarri diatas terik mentari yang enggan lagi menyombongkan diri.ketika kalian melabeli anak anak kalian pekerjaan yang tak semestinya menjadi hak mereka ,aku terkikis dalam luka ketika birokrasi roda pemerintahana kalian labeli dengan harga yang tinggi,aku tahu dan merasakan apa yang kalian banggakan tetapi aku tak mau menafsirkan hari ini dan biarlah waktu yangkan mencengkeram keserakahan kalian karena tibalah saatnya nanti yang kalah akan berdiri dan yang direndahkan akan dsi tinggikan.banyak kawan yang ingin aku sampaikan tetapi aku enggan untuk mengatakan,banyak kisah yang akan kujalani tetapi aku berharap pada allah,penciptaku agar aku di ridhoi dan merantau ke batam cepat dapat kerja di perusahaan industri,kuliah dan bekerja kembali.garis kemiskinan telah mengajarkanku agar aku lebih kuat dari alam agar aku tak mudah terpedaya dengan jebakan duniawi dan keangkuhan sang waktu.ini adalah piagam pemberontakan ku yang pertama
sejuta tersirat kenangan itu menengadah di otakku,aku hanya diam diantara buku buku pelajaranku,tak bisa kubanyangkan aku harus kalah untuk pertamakali,aku kalah setelah ibuku mengatakan dirinya takkan mengijinkan aku untuk melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi,aku juga menyadari ibu sudah tua dan tak mungkin bisa aku tega memaksa tubuh tuanya untuk bertarung dengan malam dan sombongnya mentari demi cita citaku.
puisi ini terlekat didinding kamarku yng kutahu ini adalah kata kata terindah yng melahirkan jiwaku untuk beranjak dri kebodohan untuk tetap bersemangat ,berjuang dgn buku bukuku dan satu yang pasti aku akan tiba di sansiro.tpi kenyataannya aku juga dikalahkan oleh sang waktu,hanya diam di dinginnya malam,salahkah aku jika aku harus merelakan mimpi ini semua ditangan ku sendiri.ucapku dlam hati''maaf kawan aku tak bisa melukiskan seperti yg kita mimpikan,karena aku juga sama sepertimu dikalahkan sang waktu,hari ini dan untuk selamanya semua mimpi ini akan kita akhiri''ku dekatkan langkahku menghampiri puisi yg melekat di dinding itu,kucabut paksa dengan sekuat tenaga kurobek robek lalu kubuang dri jendela kamarku.
lama aku terdiam,anganku melayang ke sansiro,diam bagai es di antartika menyelimutiku ada kedamaian dan angan,aku merasakan aliran napas yg penuh semangat menebari di sekujur tubuhku ketika kulihat poster MATERAZZI DI DINDING KAMARKU,lalu aku teringat akan sebuah pepatah,banyak jalan ke roma,mungkin hal yg terbaik pergi merantau ke batam adalah batu loncatan,disana mungkin ada sesuatu yg kutemukan dan mngkin disana aku bisa menjadi orang hebat,orang sukses,bisa meraih mimpiku,bekerja sambil kuliah dan itu yang harus kulakukan.aku harus berdiri sendiri dan aku tahu tuhan juga takkan diam membiarkanku,aku harus melupakan sansiro dan memulai cerita baru.ku kepal kedua tanganku dan aku berdiri memandangi wajahku di cermin........takkan ada lagi kekalahan.
kubuka pintu kamarku dan aku melangkah ke dapur,kukumpulin piring piring bertebaran di meja makan kubawa ke kamar mandi kubasuh dengan penuh cinta,tpi pikiranku melayang layang penuh degan angan angan dan membuatku terhibur .
tiba pukul jam enam sore semua pekerjaan rumah tlah kuselesaikan,mengepel lantai,memasak,begitulah kawan setisp hari aku tak lepas dengan pekerjaan,aku anak ketiga dri empat bersaudara,1cewek 3 cowok dan anak pertama tlah lama merantau ke batam bahkan tlah memilki momongan menikah dengan ssesama perantau disana dan aku abangku serta adekku masih sekolah saat itu.aku hanya berpikir ,walaupun aku lelaki aku tak malu harus melakukan pekerjaan dapur layaknya wanita,aku bangga bisa membantuin ibuku karena aku tak mau dia pulang dari tiga tiga(pasar,ibu julan ikan asin ke kampung kampung) sudah lelah harus jg melakukan bgian itu,aku tak mampu melihat tangan tuanya dan tatapan nanar matanya melakukan hal itu,aku bangga punya ibu sebaik dirinya dan aku berjanji akan selalu menyenangkannya.selinta s dalam pikirku aku harus menjemput dan menunggui ibu pulang dari pekan di simpang perumahan kampungku,kasihan ibu yg sudah lelah harus mengangkat sisa barang jualan,biar kamu tahu kawan.......
disimpang inilah banyak mimpi yg hadir menyelimuti hatiku,walaupun suara desing motor berirama bagaikan musik hancur aku tetap bahagia karena bagiku,kita harus melahirkan mimpi meski kadang kita hanya berharap mimpi itu terwujud tidak seperti yg kita inginkan.ide ide gila tentang khayalan beradu dengan imajinasiku yang pasti aku menunggui ibu walaupun pernah ibu datang sangat malam aku tetap bersukacita,bisa kukatakan di simpang perumahan kampung ini adalah dapur mimpi dan khayalan imajinasi berdatangan seperti jamur di musim kemarau.satu hal yang paling kusuka di tempat duduk yang terbuat dri batu ini adalah tempatnya yang sangat strategis yang artinya disini kita bisa melihat cewek cantik di kota ini yang berpulang sekolah,less atopun pulang dari mana.suka duka menungui ibu pulang ,dukanya hanyalah hujan melanda karena kita harus pasrah tubuh kita bermandikan hujan.bagiku menghabiskan waktu bermalas mlasan di depan tv adalah sesuatu yang mubajir,ngerumpi di warung warung dengan teman sekampung juga kubagi waktuku karena aku tahu bahwa itu hanya percuma karena sejak lama sudah kutanam,satu janji. aku akan memberikan yang terbaik bagi keluargaku,itu yang kumau ,aku ingin membalas setiap detik tetes keringat ibuku,bisa kukatakan semuanya akan kulakukan agar ibu bahagia.
semuanya telah kulakukan yang terbaik bagiku,masa depan yang kuraih dengan cita cita ingin menjadi guru akhirnya kandas karena dana,aku di lahirkan dari keluarga miskin,ayahku hanyalah seorang tukang jahit dan tak perlu kujelaskan berapalah gaji dari tukang jahit yang ditambah ibuku hanyalah penjual ikan asin.kedua orangtuaku sudah tua dan tak mungkin bisa bekerja keras untukku,aku tak mau dikatakan munapik memaksa sama saja dengan memaksa mereka cepat menghadap yang maha kuasa.semuanya telah kupikirkan dengan matang,aku akan beranjak dri kota ini menuju area yang kutahbiskan medan perang,aku tak mau kalah kedua kalinya.biarkanlah semuanya terdiam dikala senja hari ini dan selamanya takkan ada kata yang tak bisa dan menyerah karena aku adalah sang juara.
kudengar suara yang lelah memanggil namaku,kulihat ibuku turun dari angkot sambil menuntun langkahnya ,sekejap aja kuangkati sisa barang jualan ibu keluar dari angkot dan ibu bergegas membayar ongkosnya.""barangnya masih banyak,bu""tanyaku dengan memelas mencoba membuat ibu agar terhibur.tapi dia hanya membisu,dengan langkah yang lunglai dia menggandeng tasnya berjalan menuju rumah dan aku coba mengangkat sisa barang jualan kepundakku dengan mengikutinya dari belakang.aku tahu sifat ibu jika jualannya tak laku dia hanya diam dan membisu,dan sebagai anaknya aku tak mau bertanya lagi.sesampai dirumah dengan tubuh tuanya sedikit kriput dia rebahkan tubuhnya di kursi dengan tatapan nanar lalu dia buka tasnya dan mengeluarkan seperangkat alat sirih,terlihat jari jarinya dengan cekatan merakit daun sirih dan memakannya dengan gigi yang kutahu semuanya membusuk.
sekian waktu seperti air mengalir di efraim,putri putri sion dengan tawa dan canda aku nantikan seribu kisah di dalam pikirku,sebagai anak dari keluarga yang kurang mampu kucoba untuk menyadari bahwa sukses itu dilihat dri orangnya,tak ada yang datang tanpa dipikirkan dan kita sendiri yang kan membawa langkah kita menuju puncak kejayaan dengan beriringan doa,sebagai orang yang beriman aku sadar bahwa tuhan takkan pernah meninggalkan anaknya sendirian ketika masalah yang berat menghampiri dengan kasihnya pasti ada penyelamatan darinya,aku tahu disini dikamarku banyak cerita dan tawa tangis,melamun tentang seorang gadis idaman yang detik ini di bawah bodohku mengaguminya,memandang wajahnya tanpa seijinnya dan menawan bayangnya sebelum mata tertidur hingga gunung gunung kecil dmna bahasa kerennya jerawat tumbuh dengan gampangnya di bagian wajah,itu kata mereka itu masa puber beranjak dewasa tpi menurutku jerawat muncul bila kuukur dengan daya pikirku disebabkan wajah kita yang kotor,berminyak.semuanya hadir tapi esok kamar ini akan kehilanganku sprtiku akan kehilangannya yang mungkin di huni adikku ato dibiarkan kosong sama sekali ato bisa menjadi gudang.kususun bajuku kedalam tas karena kutahu esok pagi ,aku dan ibuku akan berangkat ke batam,katanya di perjalanan kita akan menghabiskan waktu satu hari satu malam dengan tarnsportasi darat dan laut jadi dibutuhkan tenaga ekstra,aku juga memperlengkapi diriku dengan obat antimo karena aku tahu aku ornagnya mudah mabuk darat atpopun mabuk laut.setelah semuanya selesai kususun ke dalam tasku kuhampiri ibuku yang di ruang tamu sambil menonton acara talk show di televisi,acara kesukaan ibu adalah menonton kick andy begitujuga aku,aku sangat suka sekali mengikuti acara rambut kribo ini.menurutku acara ini mampu membangkitkan naluri yang kalah untuk bangkit kembali,ada sesuatu terang jika pengakuan dari narasumber mengalami mujijat ato seperti mimpi yang gak bisa dibayangin bisa terwujud,pastinya semuanya acaranya tak pernah aku gak ikutin dan di anganku juga aku pastinya hadir disana berpapasan dengannya yang pastinya hanylah orang hebat yang tampil disana.aku juga ingin menjadi orang hebat,aku iongin menjadi orang besar tpi sebagai anak yang susah mungkin ini hanyalah di dalam kertas dimana kita tuliskan cita cita kita lalu kita robek dan kita buang ke tong sampah.itu faktanya karena di negeri ini hanyalah uang yang berkuasa,semuanya bisa di beli dan hanyalah yang memilki segalanya yang bisa menang.orang orang seperti aku hanyalah penonton saja,ada memang orang susah yang bangkit bberdiri mengangkat kedua tangannya,apalagi sekarang karena kecanggihan teknologi pertelevisian indonesia banyak acara yang mampu mewujudkan mimpi kita seperti acara indonesia idol,mama mia,indonesia mencari bakat dan beberapa olahraga yang sederhana yang pastinya sepakbola.tak bisa dipungkiri ratusanbahkan jutaan anak negeri hanyalah bisa menanti sesuatu yang tertunda,karena sebelum kita maju kita sudah langsung kalah dengan kekuatan uang,uangnya mengatur negara ini,itu yang selalu dikatakan ibuku,kau mau beli seragam polisi bisa,beli dokter bisa,beli tentara bisa bahkan beli kursi di pemerintahan juga bisa.negara ini dah kritis ...............ugkapnya,jadi kalian(anak anaknya) harus sadar jangan mengharapkan ,berjuanglah dengan napas,keringat dan doa
"ibu dah makan"tanyaku
ibu menjawab dengan senyum dan mengucap''ibu lagi nungguin bapak,klo bisa kamu panggil adekmu yang diluar sana,ini dah larut ,klo kamu dah lapar kamu makan aja duluan''
''iya bu''balasku dan menuju keluar rumah mencari adik
malam sudah menunjukkan jam delapan malam,bapak juga belum datang dari tempat kerjanya,ada perasaan gelisah terlihat di pikirku,apakah penyakit rematiknya kambuh lagi ,aku tahu bapak gimana,dia lebih memetingkan anaknya daripada dia bahkan dia rela kerja sampe malam untuk membiayai sekolah kami.bapak orangnya bersahaja,suka melucu dan satu yang kubangga bapak tidak mau minum minum keras dan berjudi,bila dia gajian semuanya gajinya diberikan pada ibu dan pada saat itulah kita harus membuat laporan tentang sekolah,buku yang belum dibayar,biaya spp dan sebagainyasungguh sangat riskan dikatakan tetapi begitulah aku mempunyai bapak dan ibu yang mau banting tulang demi kami walaupun hanya tamat SMA itu bagiku adalah yang terbaik,dan semuanya tergantung kami,kami merencanakan dan pastinya di dalam doanya nama kami disebutkan.jalan kita ditentukan oleh kita bukan.....
tepat didepanku,kulihat seorang pria tua dengan rambut ikal menuju kearahku disampingnya anak kecil dengan rengekan kecil,itu bapak dan adekku kutahu pasti bapak memaksanya pulang dari kumpulan temannya.begitulah adikku jika bermain tak ingat waktu hingga tak ingat jam belajarnya.
''lama pulang pak''sapaku
''i ya,aku tadi nungguin toke(juragan) bapak pulang dari medan,minta kasbon kan besok anak bapak pergi kebatam"
sahutnya dengan senyum,terlihat kumis yang tak rapi menggoda dan gigi yang kuning tersembul tersenyum sumringah
''ibu dah pulang ya bang???''tanya adekku .balasku''itulah kamu,asyik main saja ,ibu yang pulang saja kamu tak tahu,gimanalah nanti kamu yang jagain orang bapak sama ibu,kamu saja asyik bermain,besok aku sudah ke batam.mulai besok juga kamu yang gantiin aku,yang masak,nyuci,nungguin ibu,apakah bisa??
dia hanya diam,aku juga tak berperasaan melihat dia.dengan usia yang masih muda harus melakukan pekerjaan ini tapi hidup harus dilanjutkan.mungkin abangku juga merasakan apa yang kurasakan saat ini yang harus membiarkan aku gantiin dia saat itu.ada tetes air mata yang kurasakan di pipiku,kulirik bapakku hanya diam kutahu didiamnya juga dia mungkin terharu dan mengutuki dirinya yang tak bisa mewujudkan mimpi anak anaknya.tapi aku bangga bukankah bapak hanyalah tamat SR,sekolah rakyat yang merantau ke kampungnya dengan bermodalkan keberanian datang ke kota siantar ini.hanya kejujuran itulah nasehat bapak selama ini datang ke kota yang satupun tak ada keluarganya tapi dia bisa,dia bisa keempat anaknya sekolah bahkan tiga tlah tamat SMA.kejujuran adalah diatas segalanya tak ada yang datang tanpa dipikirkan,itu yang menjadi motto bapak dalam hidupnya dan itu juga yangkan kuilhami di perantauan nantinya di batam
langkah kami terdengar oleh ibu,yang tadi berbaring di alas tikar mencoba untuk duduk menyambut kami.adikku bergegas menuju tas ibu mencoba mencari apakah ada sesuatu yang di bawah ibu dari pasar,karena kutahu setiap ibu pulang selalu membawa buah ataupun kue tpi hri ini kulihat ibu membawakan buah jeruk,langsung saja dengan lihai si anak manja membawa sekantong jeruk kekamarnya.ini sudah biasa bagiku mendapat perlakuan tak adil bagiku tapi bagiku itu hanya biasa karena rasa sayangku sama adikku dan akhirnya aku tahu juga sifatnya ,dia akhirnya juga akan memberikannya tanpa diminta,pernah suatu hari ibu lupa membawain,dia merengek terus dan jujur bila dia merajuk permintaannya yang bawel bawel akan di lancarkan dengan main paksa contohnya minta uang jajan tak sewajarnya dan jika ancaman ini tak dipenuhi maka esoknya dirinya tak mau sekolah,bagaimana pun caranya dia dengan otak bandalnya mengadakan konspirasi yang membuat otak orangtuaku mengalah agar dia mau sekolah karena bagi orang tuaku sekolah lah tempat harapan mereka dan masa depan anak anaknya.lalu dia keluar dri kamarnya terlihat ditangannya jeruk itu tak berdaya ,ikhlas tubuhnya di kuliti dengan paksa dan tubuh ditelan kedasar perutya sekejap saja.sangat rakus itulah kata kata yang terlintas di pikirku.''ibu dah makan,ma?tanyanya sambil memotong perbincangan orang tuaku.''aku lapar ni!!lanjutnya lagi.kulihat bapak menyerahkan uang lembaran seratus ribu pada ibu yang dia pinjam dari tokenya(juragan)dan seketika itu juga aku menuju dapur,membawa lauk pauk ke ruang tamu beralaskan tikar,bapak memimpin doa ,sengaja aku tak menutup mata aku hanya memandangi wajah dri bapakku,ibuku dan adikku mungkin yang ini yang akan menjadi terakhir kalinya aku akan melihat mereka dan makan bersama,ingin rasanya hati ini menangis tapi aku mencoba untuk selalu tabah karena kuyakini masih ada jalan yang bersahabat selagi ada perjuangan pasti ada jalan dan seiring doa bapa mengatakan amin seketika itu juga aku membukaan mata,dengan lahapnya kami makan meski lauknya hanyalah ikan asin dan sayur daun ubi yang ditanam disebelah rumah.waktu telah berlalu tepat pukul 22.30 wib,kumasuk dalam kamarku,kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang alasnya hanyalah sebuah tikar,kupeluk bantal gulingku dan anganku melayang,wajahnya rianti kembali terlihat jelas dalam lamunanku,dalam hatiku bertanya!dia lagi ngapain ya?mungkinkah dia sama seperti aku yang lagi kasmaran,rasa cinta ini telah menjelma menjadi sebuah kekuatan dalam perjuanganku,rasa rindu yang mengalir telah membuatku terbang ke langit ke 100 versi baruku.wanita yang selama ini kukagumi dan kucintai ternyata merasakan hal yang sama tentangku tetapi kenapa??kenapa tuhan??ketika semuanya kan terhenti,engkau menyatukan cinta ini.aku hanyalah anak miskin yang besok akan pergi merantau ke pulau batam sedangkan dirinya akan pergi ke jakarta,kuliah mengejar mimpi mimpinya.tapi apakah cinta ini akan abadi,apakah aku akan setia?apakah aku mempunyai kekuatan untuk memperjuangkan cinta ini?atau apakah dia juga berpikir seperti aku,tak membagi cinta yang telah diatanam ,''tanyaku dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar