aku sang juara

Minggu, 06 Juli 2014

BAB 1 MIMPI DIATAS KEKALAHAN

ini novel hasil karya hendra damanik.....................
perumahan bukit indah batu aji blok A1 no 19
no hp 081364694200
pematang siantar lor 24 bdb no 67

bab 1

MIMPI DI ATAS KEKALAHAn

hari ini dan selamanya
kita hanya lah kerikil kerikil yang  berserakan di waktu yang sombong
kemiskinan adalah senjata terbesar kita untuk bangkit
berdiri menantang angkuhnya sang mentari
kita takkan gentar meski waktu memperkosa mimpi kita
di bawah senyum sekolah jalan perwira
di balik senyum para guru yang terhormat
berjanjilah sekolah ini akan terlahir pemimpin negeri
jangan lihat kiri dan kananmu
kita memang di takdirkan di atas kekalahan
karena kita bagian terlupakan
bertarung dengan waktu
berbagi kursi dan kelas yang sumpek
kerana harus demikian
tak ada seorang pejuang terlahir dari tahta kemegahan
aku menantimu di sansiro sahabat.........
bermimpilah ..
seakan mimpimu mengajakmu terbang.....


kuhapus airmataku yang menetes di kedua pipiku,aku hanya terdiam bahwa semuanya akan hilang seiring waktu,mimpi mimpi yang pernah terlahir kan kubiarkan hilang jauh dan pergi pastinya takkan kembali setelah ibu mengatakan padaku bahwa dia tak bisa untuk membiayaiku untuk ke jenjang yang lebih tinggi dan aku juga menyadari hal itu ,aku takkan bisa memeksakan kehendakku padanya karena kulihat kedua orang tuaku tak  mungkin bisa menyanggupi semua keinginanku untuk kuliah,rasa kasihan didalam benakku di balik kelelhan yang akan di perjuangan kedua orang tuaku untuk menyanggupi keinginanku dan sebaliknya aku tak tega juga dibalik tubuh tua mereka ,mereka masih menantang waktu demia aku.aku tak sanggup".keluhku
kupejamkan mataku dengan tawa yang mengalir berharap aku bisa sejenak mengerti akan semua kekalahan ini, kubaca sekali puisi itu tapi masih saja aku tak terima dengan ini semuanya.dalam batinku,sia sialah semua apa yang aku perjuangkan,kata orang sukses belajarlah dengan giat raihlah mimpimu tapi bagiku ternyata itu semua mustahil apalagi keluargaku yang hidup yang serba kekurangan,uanglah yang mengatur semuanya,uanglah yang membuat perbedaan.kata kata itu yang selalu di ucapkan ibu  mengungkap kebenaran dimana ini adalah perdebatan yang selalu kutantang,pendapat ini selalu kusangkal tapi kini aku menyadarinya hal ini mengungkap kebenaran yang sesungguhnya,di negara kita semuanya bisa di beli ,semua tergantung berapa banyak uangmu.jika bisa aku berpendapat di negeri ini yang susah hanyalah debu debu yang berserakan yang hanyut terbawa badai,di acukan ,ditinggalkan dan lebih parahnya kepedulian akan insan dan moral tak menjamin akan kemiskinan ,kemiskinan dimana mana,biaya berobat sungguh sangat mahal,lapangan pekerjaan tak ada.ku kepalkan kedua tanganku,jujur aku gak terima nasibku akan seperah ini  ketika harapan terlahir kita mencoba bangkit dan berharap keajaiban datang ,mimpi hanya batas angan angan,mipi yang terbeli,aku tak berdaya untuk melawan ,aku hanya pasrah jika memang ini adalah yang terbaik bagiku dan pilihan terakhir merantau di batam mengadu nasib,baiklah semuanya akan kujalani,sia sia sudah mimpi yang selama ini ingin kuraih   ku dikalahkan oleh sang waktu dan pastinya aku berharap akan berganti seiring mentari menunjukkan kesombongannya.aku adalah sang juara dan pastinya semuanya akan kucoba kuraih meski aku dikalahkan ,aku akan bangkit sebelum matahari keluar sarangnya aku akan tetap berjuang,itulah janjiku.aku bisa bekerja sambil kuliah itulah anganku,angan yang harus aku wujudkan meski pengorbangan yang sangat berat karena aku di kalbu yang dalam aku tlah berjanji akan membuat kedua orangtuaku akan selalu tersenyum.
kita hanya merancang dan  demikianlah biarkanlah tuhan yang merangkainya,semuanya kuserahkan di jalannya karena kuyakin jalanku masih panjang dan diakan membawaku ke sansiro stadion kebangganku di italia bertemu dengan para idola.
jiwa ini mati terasa mati impian hari ini lenyap seperti hantu membangkitkan adrenalin yang baru,napas perjuangan yang penuh dengan api dan impian yangkan kuraih dan aku berjanji kalah hanya sekali dan selamanya akan ada kemenangan yang tiada habis.

tak pernah terpikirkanku aku yang tlah berjuang mati matian belejar keras harus rela di pasung pergi merantau ke kampung orang,jiwa ini tergadai di antara harapan yang berselimut ketakutan dan kecemasan tentang hidup.aku belum siap ,batinku seakan berontak tapi apa hendak kulakukan tak mungkin aku bersikap pesimis memaksa kemauan di balik kerutan  dan kelelahan kedua orang tuaku,pernah niatku untuk meminta ibu uang rp 200.000 agar aku mengikuti  SPMB dimedan tapi niat itu kupupuskan karena alasan keuangan ibu mungkin lagi srek karena hasil dagangan juga gak laku,aku kasihan dan aku tak tega melihatnya kembali meminjam uang dri tetangga karena modalnya kurang dan diamnya yang menawarkan luka yang dalam karena pernah ibu mencoba meminjam tapi tetangga itu enggan untuk membantunya dan diamnya itu aku hanya bisa menangis bahwa perjuangan ibu sangatlah berat.melihat bapakku hanyalah bekerja serabutan kadang menjadi pemulung,tukang jahit dan tukang bangunan tapi bagiku bapak adalaah bintang yang sangat terang yang memberikan kejujuran dan perjuangan yang tak kan pernah hilang dalam ingatanku.dia menawarkan sifat penyabar dan pelucu yang sangat riang,bila dalam perbincangan siapun lawannya dia takkan mau dikalahkan,dia punya idealisme yang sangat tinggi sekali tidak tetap tidak,aku hanya pasrah biarlah tuhan yang merangkai semuanya karena bagiku aku masih bau kencur jika harus berdebat dengan bapak krena dirinya sudah makan garam dalam kehidupan ini.aku hanya berharap tuhan selalu menjaga keluargaku jauh dri segala cobaan dan jauh dari penyakit karena di negeri ini biaya rumah sakit sangat mahal.
aku menanti saat saatnya akukan pergi ke batam seminggu lagi waktuku di siantar kemarin aku baru saja mengambil ijasah di SMU NEGERI 1 siantar,aku bertemu dengan para temanku yang katanya mereka akan mengikuti SPMB di medan.aku hanya terdiam ketika temanku si benny mengutarakan niatnya
" hei teman ...kok pada melamun aja,semangat dong!!"sapa benny
"jadi kitakan pergi ke medan untuk mengikuti SPMBNYA,klo boleh kita barengan saja untuk ngurangi beban kamar kost dan lagian tahukan bersama lebih baik"lanjutnya lagi
aku hanya terdiam di balik resahku,jawaban apa yangkan kuberikan padanya ,aku tak mau sahabat ini tahu yang harus aku hadapi,aku malu untuk mengatakannya
"kenapa diam aja sih bos"tanyanya sambil memberikan tinjunya tepat di pinggangku
aku terkaget bukankepayang memecah diamku,tpi lebaik baik aku jujur mengatakannya karena kutahu si benny adalah teman terbaiku,tiga tahun temanan sebangku dan aku tahu sifatnya paling tidak senang jika dia di bohongin
" mungkin ben..tahun ini aku harus mengalah karena aku harus membantu kedua orang tuaku karena aku juga tak sanggup lihat mereka kembali bersusah payah membiayai uang kuliahku tamat SMA saja sudah penghormatan bagiku di tambah adikku juga yang masih butuh perjuangan mereka,aku juga bingung kenapa ya aku harus rela menerima kenyataan bahwa td pagi ibuku mengatakan sesuatu yang membuatku berpikir ,aku akan pergi ke batam menemui kedua saudaraku,mungkin ini satu satunya impianku dan mungkin disana semuanya kan terwujud"jawabku sambil menghela napasku menahan tangisku,kupalingkan wajahku ke arah yang lain agar dirinya juga tidak larut dalam kesedihanya
"ya mungkin itu juga jalanya tuhan menunjukkan kebesarannya bahwa hidup tak selamnaya indah,ada tantangan yang harus di hadapi,ada pertanyaan yang harus di jawab dan pastinyanya kita kan tetap bersamakan"lanjutnya mencoba menyemangatiku sambil tersenyum kecut memandaNGI seorang gadis yang lewat menggodaku
rianti sebutku dalam hati,gadis pujaan yang selama ini berkelana di dalam pikirku gadis yang menjadi persainganku untuk menduduki peringkat satu,mencintai tanpa ijinnyadan sekali kali memandanginya di meja belajarku tanpa ijinnya,ada getaran yang menyala seperti api yang siap menerkamku,semakin dekat semakin dekat mulut ini ingin menguvcapkan salam tapi sungguh terasa berat untuk mengatakan,aku hanya terdiam ketika mulut mungilnyanya mengatakan"hai bicarain apa sih,eh ijasah kalian berdua dah diambil ya"sapanya
"bicarain kamu...kamu tanpa cantik deh,seminggu tak ketemu membuat temanku yang satu ini hanya terdiam seperti orang tolol..ahahaahahaa"tembak benny dengan tajam secepat kilat saja aku berakting menggarut kepala seperti orang yang ketombean seperti salah tingkah
"si gadis pujaan lagi ngomong ni"godanya
"hai hen gimana kabarnya"tanyanya
"jangan diam saja dong,katakan saja  i love you full sebelum wajahnya pergi entah kemana karena inilah terakhir bagi kita bertemu"lanjutnya
"aku baik"jawabku dengan muka tertunduk,kenapa ya abila berhadapan dengannya atau berbicara dengannya aku tak mampu menatap matanya,tanyaku dalam hati
aku hanya tertawa melihat tingkahku ,sekali kali aku tersenyum melihat tingkah nakalnya  si benny dan  menoleh si rianti  pergi meninggalkan kami kami,ada perasaan kebahagian yang datang begitu saja,kesedihanku hilang pergi entah kemana..oh tuhan inikah namanya cinta....tapi gawatnya aku mencintai tanpa di cintai  sungguh sangat tragis,inginku lebih larut berbicaranya tapi mulut ini seperti terkunci rapat dan si ddewi cintapun menghilang seiring langkahnya memasuki pintu ruang an tata usaha
"cinta tlah pergi di balik bodohku"kembali canda benny mednggema
balasku"emang cinta itu segampang dengan rumus fisika apa??"
"bukankah juga dia merasakan hal yangsama,kamu saja yang tak bisa mengerti..logika dong gak mungkinkan si cewek duluan nembak si cowokkan"katanya sambil mencibir menguatkan mentalku
"tersenyumlah kawan,terserahmulah meledekku...aku pasrah kok.....tapi aku sadar kawan aku tak pantas untuknya dia itukan anak orang berada bukan seperti diriku
mentalku gak kuat man,lagian kalu urusan nembakkan tak seharusnya si cowok yang duluan bisa aja si cewek bukan,ini dah jaman reformasi  seperti dirimu semalam barui jadian dah dibubarin dengan alasan yang rumit rumit,cewek matrelah,banyak mintanyalah dasar palyboy"jawabku denga ketus
"dah sore ni ben..pulang yok"ajakku
ada perasaan yang menggema di hatiiku,bvercampur aduk seperti jus memompa getaran jantungku bersdetak detak dengan aliran suara seribu mega watt,emang ada kebenaran yang terungkap di atas perkatan temanku si benny ini tapi apa yang harus kulakukan aku hanya manusia biasa dan hari ini mungkin terakhir kalinya aku melihat dirinya
"oi..oi..katanya mo pulang tapi  masih melamun saja"tegurnya yang membuatku terhenyak
langkah kaki ini talh tiba di gerbang sekolah,kudengar canda teman temanku yang ingin mereka kemana melanjutkan impian mereka,unek unek yang membuatku cemburu tapoi hidup harus kujalani.aku menyalami satu persatu temankudan mengatakan salam perpisahan yang dalam,senyumdan harapan ,persahabatan berbagi dengan ruangan sekelas,ada cinta tersenbunyi di altar kelas usang kita dan pastinya mimpi,semua kenangan tiukan mejadi abadi tak lekang oleh waktu.aku terhenyak melihat ibu wali kelasku yang berdiri tepat di depanku,dai mencoba menahan isak tangis perpisahan yang dalam bahwa harus menerima sebuah kenangan yang indah melepaskan semua anaknya yang didiknya,satu hal yang tak pernah kulepaskan ingatanku tentangnya dan perkataan itu yang memacu penderitaananku untuk belajart siang dan malam.dia berkata di sela sela pelajatran ketika dia memberikan pemahaman tentang sebuah harapan"kalian adalah para ksatriaku,bertempurlah dengan semangat sang garuda,katakan kepada dunia bahwa di sekolah SMU N 1 ini akan terlahir pemimpin bangsa,berjuanglah para pejuangku..."
dia menciumku dengan isak tangis yang menempel di pipiku
bisikny"engkaulah harapanku,engkaulah prajuritku,aku menunngumu disini untuk menantikan karyamu"
aku hanya tercengah di balik tanyaku,harapan yang disandarkan padaku begitu kuat mengecoh pkiranku ,bagaimana mungkin bisa,mungkinkah aku harus menceritakan semuanya ini bhwa aku harus teperosok di dalam harapan yang hilang,merantau ke batam.mengapa hanya aku yang di  bisikannya ketika ibu rosenni menciumin salam perpisahan semua anak didiknya tanpa ada sepatah katapun ,mengapa bukan si rianti si juara satu ,mengapa harus aku...
aku hanya tertegun bibirku hanya diam seolah semua nya tidak terjadi..dia pergi dengan melambaikan tangannya dengan kepalan..dan pastinya dengan senyuman
aku tahu apa yang hendak dikatakanya dan diartikannya dengan kepalanya,...berjuanglah para prajuritku,bertempurlah dengan duniamu.....
kurangkai semua kenangan indah ini,semua tersirat hadir ketika awal perkenalan,masa masa yang indah begitu hadir menawarkan wangi yang dalam dan ada cinta yang hilang.
kulangkahkan kakiku untuk meninggalkan keramaian itu,kulirik kanan dan kiri terlihat mereka asyik membicarakan kemana mereka akan melanjutkan studinya hingga aku seperti hantu ketika aku pergi melewati mereka.
"ben,rianti,boy,bro......ak duluan pulang ya,"ucapku pamit ketika tepat dihadapan benny,rianti,boy besrta teman lainnya
"cepat banget pulangnya,inikan perpisahan kawan...kita mau ke taman bunga ini..bareng makan bakso seperti yang dulu dulu
"gak ah...aku ada kerjaan di rumah,maaf bro..."balasku
aku pergi sendiri  meninggalkan mereka menuju simpang sekolah untk naik angkot yang jaraknya sekitar 500 meter di didepan sekolah dengan pikiran hampa yang terlintas bagiku hanyalah sebuah harapan bahwa mimpi ini harus kubuang sejauh jauhnya dan merantau ke batam.
tiba disimpang aku sangat terkaget mendengar namaku di pangil dari arah belakang berkali kali.kulirik kebelakang hatiku bergetar tak menyangka ternyata seorang gadismanis,rambutnya yang terurai,kulitnya yang putih semerbak pancarkan  aroma wangi,wanita yang selama ini menjadi putri di dalam relung hati yang dalam.
hatiku bergetar menatap matanya dan dengan napas terengah engah dia berucap"kamu ada acara gak,aku mau bicara denganmu?"tanyanya
ada cahaya yang menyambar wajahku,ada rasa bahagia yang dalam dan jujur baru kali ini aku dengan nekat memandang wajahnya dan yang buat aku bahagia mengapa dirinya tiba tiba mengajakku untuk membicarakan yang pastinya aku masih melongo,sungkan dan ragu ragu bercampur malu beradu dengan irama orang yang linglung.
"kita mau bicara apa??oh ya mungkin aku selama ini punya salah samamu melalui kata kata ataupun perangai ku yang tak menyenangkan,aku mohon dengan hormat aku minta maaf ya"jawabku dengan polos
sibibirnya ada senyawa senyuman yang beradu dengan keiklasan yang tajam yng mungkin mengatai diriku aku si tolol yang tak pernah menghargai cinta,cinta yang mengalir dari waktu ke waktu dan semuanya berbagi bersama dengan cinta yang suci
langsung saja dengan begitu cekatan digandengnya tanganku begitu erat,kurasakan kelembutan kulitnya yang putih dan sinar aroma senyumnya terpancar abadikan kecantikannya.aku hanya pasrah saja seperti domba yang dipapah memasuki ruang penjagalan begitu juga diriku aku lemah dalam bimbingannyadan ada kedamaian yang mengalir sepertia aku di tanaj efraim.diam mencerna bagaikan langit hitam tanpa satupun bintang yang menemani bulan,5 menit kami hanya membisu.
memecah kebisuan kuinsiatifkan untuk memberhentikan angkot yang dari tadi lalu lalang di hadapan kami,dekapan tangannya perlahan lahan dilepasnya dri dekapan tanganku kutuntun langkahnya memesuki bus setelah dirinya masuk lalu akupun masuk, duduk disampingnya dimana aku duduk di bagian sudut bus.bus pun melaju dimana malaikatpun pasti tersenyum melihat tingkah kami karena kami hanya diam larut dalam pikiran masing masing ,kami  berdua saja yang ada di dalam bus ini,otakku berpacu inginku berbicara tapi bibir ini tetap saja tertutup rapat membeku.kulit keluar dari jendela,tak terasa kini semuanya akan berhenti disini,tanyaku apakah ada waktukan kembali ke sekolah ini,membuat semua penghuni bersorak dan bangga bahwa semuanya tak sia sia anak didiknya mengangkat nama sekolah ini.
"bang stop bang>>"teriaknya kepada sang supir menghentikan langkahku
"kita disini saja ya,taman bunga"lanjutnya
"ya gak apa apa"balasku,kuarih kantongku segera membayar ongkos dan kuberikan lembaran uang pada pak supir
lalu kembali di dekapnya tanganku,dengan tanpa sungkan kubalas dekapannya kali ini tanpa ada rasa takut dan penasaran ,adrenalinku mulai berani dan lebih percaya diri bahwa cinta diam diamku terjawab udah,dia melangkahkan kakinya ke kursi yang berada di tengah tengah taman,di rebahkannya pundaknyake kursi itu dan dengan lembut tangaanya mengusap membersihakan kursidan menyilahkan aku duduk disampingnya.direbahkankannya kepalanya di pundakku dengan tangan sama sprti td,kini ucapannya jelas kurasakan bahwa cinta ini tlah lama bersemi yang kurasakan semuanya ini salahku yang tak berani ungkapkan cinta.
"masih ingatkah dirimu ketika aku sengaja mencuri bukumu dan aku menyuruhmu untuk mengambil sendiri ke rumah,kenapa dirimu selalu bego ,tak mau tahu senyuman di balik canda tersirat sejuta cintaku"tanyanya dengan rindu yg dalam
aku hanya terdiam,apa yang harus aku katakan
terangku,"ya..jika saja aku berani ungkapkan semua cinta ini,tapi aku takut rianti,aku takut cintaku tak seindah pemikiranku,mencintaimu bukanlah segampang yang kurasa,dirimu cantik,pintar sedangkan aku...!"
sekejap saja tangannya menyambar mulutku dengan jarinya dia menghentikan ucapanku
"cinta tak membutuhkan hukum pascalkan"candanya diriak tawa kecilnya
"apa hubungannya dengan hukum pascal'TANYAKU
"bukankah itu yang selalu kamu utarakan jika si benny menceritakan rasa cintamu padaku,kamu lelaki jangan pantang menyerah dong,kerjakan apa yang menurutmu baik,mengatakan cinta tak segampang meyelesaikan perhitungankan,ayo kamu mengelak lagikan??"ceriwisnya
"emang si benny ngomong ya,emang anak gak bisa jaga rahasia"teriakku
"kalau menurutku sibenny dong pahlawannya,mungkin bila benny tidak menyampaikan bahwa laki laki yang disampingku ini mencintaiku dan dia tidak berani mengatakannya,kita berdua takkan ada disinikan.."jelaskannya
"ia benar juga sih...tapi akukan gak jentelman"ucapku
"ia kamu jentelman lah"geledeknya di isi taa kecilnya
"kamu ngejek ya..."tanyaku
"nggak..hanya lucu aja ada orang masih jaga idealismenya di depan gadisnya sok macho"terangnya
"oke deh aku nyerah"jawabku
"gitu dong baru baru jentelman"balasnya
diantara waktu yang menyingsing aku dan dia larut dalam kebahagian,kedamaian yang terpendam di atas bodohku,mengagumi di antar seribu cinta yang hampa dan terlahir diantar waktu yangkan memisahkan,terobsesi oleh mimpi dan cinta,cinta yang hanya sehari dan esok pasti akan merindukannya.apakah cinta inikan abadi selamanya dan akan bersemi,biarkanlah tuhan yang merangkainya .....
"hen..apakah cinta inikan selamanya,aku gak mau jauh darimu,aku ingin selalu di sampingmu menemaniku hingga akhir ayatku" bisiknya
kudekap erat tanganya,kubelai rambutnya dengan belain yang terindah,ahtiku gusar jawaban apakah yang harus kuberikan,aku tak bisa melanjutkan sekolahku ke bangku kuliah,apakah aku harus berbohong,aku juga merasakan yang sama aku tak bisa jauh darinya aku mencintaimu rianti
"aku juga ingin selamanya disisimu,cintaku hanya untukmu tapi raga ini harus kita relakan berpisah apabila diantara kita harus mengalah ataupun waktu memisahkan kita karena kita memiliki impian yang berbeda"terangku
"aku berencana akan kuliah di jakarta karena tahun ini juga ayahku pindah tugas,kami sekeluarga terpaksa harus berpindah kesana"terangnya
"kenapa ya,cinta ini hanya sesaat dan harus beranjak kembali pergi"balasku
"kapan sekelurga pindahan"tanyaku kembali
"tiga hari lagi"jawabnya
mengapa kadang cinta ini sangat mengkwatirkan cinta yang tertawan hanya sedetik hilang untuk selamanya,akan cinta ini kan abadi bersama langit malam,sdangat sulit bagilku apabila harus berhubungan dengan cinta jarak jauh membutuhkan kesetiaan dan kejujuran yang terangkum juga biaya yang sangat mahal belum lagi bagaimana kita melihat kehidupan di ibukota,manusia baik saja bisa berubah menjadi jahat apalagi cinta,bukankah disana banyak cowok ganteng yang menggodanya.resah ini mengapa menyapa seperti bulan kesiangan...
"apa benar ya yang di ceritain si benny bahwa dirimu harus merantau ke batam"tanyanya dengan suara memelas.aku hany terdiam,kulepas pelukanku dan kucoba menghirup napas kutundukkan kepalaku lalu kututp dengan kedua tanganku,aku hanya terdiam.
"ya mungkin nii sudah takdirku rianti,menjadi manusia kalah di negeri sendiri,aku hanya pasrah saja dan berharap keajaiban kecilku menghampiriku biarkanlah mimpi mimpi ini mengalir hingga pergi dan takkan kembali"balasku
"kamu tahukan apa arti cinta,cinta adalah sebuah peristiwa besar yang melibatkan dua hati yang saling mengasihi,aku mencintaimu tapi di balik ini semua cinta ini terasa hampa,kini,besok ataupu hari hari yang datang aku hanya bisa menanti sebuah realita bahwa cinta ini juga pada akhirnya membunuhku"lanjutku
kembali pelukannya bersandar di pinggangku,ada tetes air mata yang mengalir di pipinya kucoba mengusap pipinya dengan kedua jariku,aku terharu mungkinkah cinta tulus hanya untukku.
"berjanjilah pada taman ini,bunga bunga yang ada di taman ini bawha dirimu takkan pernah melupakanku"tanyanya
"aku berjanji akan selalu menjaga cintamu"jelasku
"ra,,,,satu yang kuminta darimu,setiap dua hari sesudah natal kuharap engkau hadir disini dan ini ada sebuah buku yang menjadi pikiranku dan rasa cintaku yang selama ini,di situ ada puisi puisi yang sengaja kucipta untukmu"ucapnya dengan tangan nya memberikan buku harian yang warnaya hijau
"jagalah ini dengan sepenuhnya seperti cintamu padaku"lanjutnya
"ia aku janji dengan sepenuhnya"janjiku
waktu telah berjalan seiring mentaripun mulai tertawan di ufuk barat,kuhanya pasrag pada keadaan,hari ini cinta itu terlahir dan hari ini juga cinta ini pergi.
"rianti...waktu dah sore ini..kita pulang yok"ajakku
yang kubisikkanlembut tepat di telinganya
diapun terbangun dari dekapannya yang tak ingin lepas ada rasa ingin selalu berlama lama dengan nya tapi aktu tlah menyingsing,kulihat hanya sebuah kiasan dia tlah pergi seiring cinta yang tlah pergi.cinta monyet ataupun cinta pertama yang benar benar tlah menjadi cerita indah bagiku.lama aku tertegun berdiri menatap hingga jauh bus yang dinaiki rianti,ada getaran yang hinggap ingin selalu berlamaan dengannya taopi waktu terlalu sombong utk mewujudkansemuanya.apakah cinta inikan bersemi,aku mencintai bagai langit dan tanah sangat jauh berbeda,dia dari keluarga yang berkecukupan sedangkan aku hanyalah anak yang miskin,dah miskin jelek lagi,ketusku.
apa sih yang dilihat darinya aku tidak ganteng tidak jelek tapi aku tahu apa yang dilihat dariku,mungkin bia dikatakan karena aku selalu merendah tidak bandel dan cengeng dan mungkin senjata kahas ku aku memiliki otak yang encer yang selau saja bisa melahap pertanyaan setip soal fisika ,kimia dan matematika.
kulangkahkan kakiku dengan tatapan nanar,kubuka buku yang dia berikan padaku...
aku hanya tersenyum ternyata dia sangat gila seperti diriku mencintai..aku tersenyum senyum kecil ketika fotoku  terlihat menghiasi halaman pertama tertulis kata"my love,sipendiam bintang kecilku"
kubuka lembaran demi lembaran tertulis perilaku perilakuku,seperti..dia hanya tersenyum dan kali ini dengan telak kumelihat dirinya memandangiku dari mejanya dan aku hanya terdiamdan kembali memalingkan wajahnya setelah dirinya dengan cepat memalingkan wajahnya jauh ke arah lain,kali ini dia kena gubris guru karena uang bukunya dah sebulan belum dibayarin,si gurupun dengan bijaksana mencubit pinggangya,ada rasa kasihan tapi aku harus apa??
aku tersenyum senyum kecil menahan tawaku  dan kembali mengingat ingat kenangan apa yang disiratkan  olehnya dan membuka jendela hatiki betapa dirinya selama ini sangat mengaagumiku..
lembaran kelima kulihat sebuah puisi
yang berjudul


sang arjuna

diamnya tersirat sebuah malapetaka bagiku
awalnya aku hanya kosong menatap tingkahnya
lelaki itu hanya terdiam
seribu diam
tak bergeming
diamnya menyeruak memberantas kehampaan ruang kelas
riuh terdengar tapi mengesankan
dia terlahir dengan idealisme sang juara
tak berbicara tapi dia tidak mati
hatiku menyimpulkan sebuah tanya yang membeku di akhir bel sekolah
di napasnya terlihat semangat hidup yang mengalir
pikirannya membuat malaikat bertanya
mengutukiku melangkah lebih bijak
beranjak berlayar ke lautan mengejar mimpiku
dia laksana pangeran dengan senjata di pikrannya
dia seperti hantu
menakutiku akan kekalahan
cinta ini terlahir seperti para pemberontak
terlahir pelangi membunuh idealismeku
kebenaran itu  menjelma menjadi pujaan
ada cinta di taman para penyair
diamnya menghantui hariku
akupun terlena dalam bayangnya


from my love,hendra damanik



a
aku ingat ketika pak handoko ,guru bahasa indonesia menugaskan kita untuk membuat pusi ataupun sebuah syair,kita satu persatu ke depan untuk membacakan hasil karyanya masing masing,aku terkaget ketika giliranmu mengheningkan semua ruang kelas,kelas terpaku diam terhenyak semangatmu,kau aliri kami saat itu untuk menjadi pemberani,berani untuk bermimpi hingga ke ujung dunia,kau lukiskan kebobrokan di negara ini dan aku hanya terdiam engkau hanya seumur jagung tapi engkau tlah berpikir untuk negara ini dan impianmu.setelah itu aku memberikan meminta padas pak handoko untuk kembali menyalin ke buku harianku...saat itulah aku jatuh cinta
aku jatuh cinta dengan semua idealismemu dan kesederhaanan engkau tawarkan dengan berani bermimpi

KITA adalah para pemimpi

kita adalah kumpulan orang miskin
beranjak dewasa menyusuri kebobrokan bangsa ini
kita mempersenjatai pikiran kita dengan rasa nasionalisme
bermimpi menjadi gelombang yang menghempas kesombongan para penguasa
di negeri ini uang yang mengatur segalanya
semua bisa  dibeli sahabat
jangan tanyakan padaku apa arti dari sang nasionalisme
tapi tanyakanlah padaku sebuah mimpi
aku bermimpi 30  tahun ke depan SALAH SATU ANAK SMU NEGERI SIANTAR akanmenjadi bintang
aku bermimpi salah satu anak dari ruang kelas ini akan menjadi menjadi presiden
akan menjadi p[emberontak
menegakkan kebenaran di altar manusia kalah
hingga badaipun enggan menakuiti
kita hanyalah para pemberani
ksatria dari siantar
berjuanglah hingga waktu mengalahkann kita
berdirilah dengan penamu
usunglah mimpimu di pagi hari
hingga senja kita terasing di tahta para raja

kemanakah langka sang ksatria
terdengarkah terompet kebenaran memanggil
berjuanglah dengan kesederhanaanmu
berjanjilah di altar para pahlawan tanpa jasa
kita pergi...
kitakan kembali
dengan merah putih di dada
dengan mimpi yang bertebaran
bijaklah dengan hatimu
mereka  akan menunggu hasil karyamu
hingga langitpun tersenyUM

Selasa, 22 Juni 2010

bab 3 biarkan nasib bersamaku

seperti alam indah menghiasi sang mentari aku masih tertegun dalam sejumlah gundah,membasahi pipiku.ini adalah hal yang tersulit di dalam pikirku ketika aku harus menemukan jalan buntu berakhir di batam.tak ada yang bisa dilakukan selain mengubur semua impian dan yakinkan diriku bahwa aku bisa untuk melangkah.di kota ini aku nyatakan aku kalah tapi disana ,di kota yang baru aku akan meraih kemenangan.
kulirik bapakku hanya terdiam ketika aku menaiki bus yangkan membawa perjalanan baru yang kan menetukan nasibku,kita hanya bisa merancang tapi tuhanlah yang kan menentukannya ,bapak hanya melambai dengan senyumannya ketika aku melambai padanya,dengan itu juga dirinya menyambut lambaian tanganku tapi kurasakan yang lain dri senyuman lelaki yang baik ini,ada rasa kekalahan yang mengalir ketika untuk ketiga kalinya dia mengantar ketiga anaknya ditempat ini,di bus yang sama dan menuju kota yang sama tanpa satupun diantara keempat anaknya dia mampu wujudkan dan harus bertarung sendiri menetukan masa depannya dengan doa dan perjuangan.kita hanyalah manusia yang kalah di negeri ini bukan hanya aku yang harus ditaklukkan,bukan kita tak berusaha kita telah memberikan yang terbaik buat masa depan tapi akhirnya kita harus mengakui kalau kita hanya dikalahkan dengan satu langkah,skak mat dalam istilah catur,materi dan dana itulah yang menghantui.mungkin bukan hanya aku tapi banyak lagi generasi bangsa ini yang memiliki cita cita besar tapi harus menyerah di hamparan kegelapan bangsa ini tanpa ada yang perduli dan sibejat dengan uang,kekuasaan di tangan kanan mereka mengghantui mimpi,meraih segalanya dengan keserakahan tanpa moral melakukan peristia peristiwa besar,menjadi tikus tikus yang memakan uang rakyat.bus PMH dah berjalan dengan seiring tanyaku,kulihat menit menit aku akan meninggalkan kota ini,dimana ada mimpi pastinya,persahabatan,perjuangan,berantem ama teman sampe masalah percintaan,cinta hanya di hati mengagumi tanpa ijinnya dibawah kebodohanku,mencinta tanpa dicinta.kulirik ibu di sebelahku hanya membisu tetapi mulutnya sibuk dengan sirih,ibu sengaja mengantarku ini sudah biasa dilakukannya buat kakak dan abang dan aku tapi kali ini kedatangannya kurasakan bahagia karena kami mendapat kabar gembira seminggu yang lalu,kakak tlah mendapat momongan seorang putra,di hati kecil ada sinar kebahagian melihat cucunya,membayangkan gemasnya dia melihat cucunya,menciuminya ,memandikannya dan aku tahu kebagian ibu tak dapat di hitung dengan rumus hukum pascal,begitu juga aku,ada kebahagiaan yang tak terkira melihat keponakanku ini.sendiri aku menatapi keindahan di luar kaca,kulirik jam tanganku dah jam sepeluh malam,kulihat barisan rumah yng hilang sekejap saja,sepi dan sunyi,pak supir larut dalam irama iwanfals yang menjadi teman terhebatnya mengalahkan ngantuk dan kernetnya hanya memandangi jauh ke depan dengan tatapan nanar berharap hari ini tidak kecewa yang harus berantam dengan angin malam bila ban tiba tiba pecah ataupun ada sesuatu masalah yang menghambat karena bus harus tiba di dumai paling lama jam o6.oo wib berharap semua penumpangnya tiba tujuan dengan selamat,karena mereka akan memberikan yang terbaik buat penumpangnya.aku belum bisa tidur dan anganku masih melayang kucoba untuk memperbaiki posisi tidurku,kuraih tas ibuku,kubuka dan kuraih sebungkus nasi dengan lauknya telor asin,ibu sengaja buatin karena sudah berpengalaman ke batam,bila dihitung dah lebih sepuluh kali karena kakak ketika lajang sering ngajakin mamak jalan jalan ke batam.
entah apa yang menbuatku tertidur lelap hingga suara teriak ibu membangunkanku,akhirnya tiba juga di dumai loket bus PMH,semua penumpang turun dan mengawasi barang bawaannya."dek,kamu jagain tas ya,ibu pesan tiket kapal dulu"perintah ibuku.
" i ya bu"sahutku.ibu melangkah menuju loket kapal,ada dua loket yang tertera ,ada BATAM JET dan DUMAI EXPRESS.terlihat ibu ngantri di barisan batam jet.kata kakak bila mamak kebatam selalu naik kapal ini,gak tahu kenapa dia setia kali dengan pilihanya ini dan biarkanlah jawaban ini menjadi sebuah tanyaku.setelah itu dia menghampiriku dan bertanya"kamu lapar"
"belum bu" jawabku
lalu ibu menyuruhku mengangkat tasku keatas mobil pick up yang di sediakan oleh pt batam jet untuk membawa ke pelabuhan sedangkan kami menaiki bus yg berdesakan dengan para barang bawaan,sungguh sangat mengelikan dan mengharukan bangsa indonesia tlah merdeka lima puluh tahun lalu tapi rakyatnya tak pernah merasa bahagia selalu saja di kalahkan dan kemiskinan bagi kaum bawah.mobil melaju di dingin nya pagi,begitu juga 15 menit tlah berlalu akhirnya mataku berhadapan dengan kapal kapal laut yang besar sepuluh lipat rumah bertingkat yang kulihat dengan mataku sendiri dan ada suasana yng mencengangkan yang selama ini hanya di buku buku pelajaran yang kulihat dan tak terbayangkan aku harus bilang apa.kami bergegas turun dengan barang bawaan masing masing menuju kapal batam jet dan dengan senyum sapa para anak kapalnya,sesuai dengan tiket kami di bimbing ke tempat kursi kami masing masing dan akhirnya berangkat setelah semuanya kulihat kursi sudah penuh dengan penumpang,jujur baru kali ini aku naik kapal ada rasa bimbang dan ngeri bercampur takut yang menghantui karena kabar angin yang kudengar,ombak sangat keras dan aku tak mau mati di telan ombak......ahahahahaha takut deh.
ternyata tak sehoror seperti yang kupikirkan ternyata enak juga berpapasan dengan laut,ketika angin menampar wajahku dan aku melihat kapal membelah laut aku tercengang dari rasa bodohku,kulihat dan kubayangkan begitu besar tuhan menciptkan seisi bumi ini,ketakjuban hati betapa agung dan mulia kasih tuhan.semuanya air tak terlihat daratan,kulangkahkan kakiku keburitan kucoba menyentuh air dengan tanganku dan akupun terkesima,airnya begitu dingin.seiring tanya dan waktu kembali lamunanku menghantui rasa bodohku ada rasa harapan dan semangat mengalir bahwa tuhan ku tak sembarangan tuhan dia akan selalu memegang tangan kita disaat kita lelah dan bimbang.ketakjuban ku dengan dunia yang selama ini hanya kubayangkan kini hadir di depan mata,tak terbayangkan semuanya menjadi pengalaman baru bagiku dan membuka imajinasiku tentang dunia,dunia yang kulihat hanya seprti bola,bulat tapi kini kusadar dasyatnya ciptaan tuhan.akhirnya yang kutunggu kutunggu datang juga tiba juga di batam tepat pukul 16.00 sore,semua penumpang mengambil ancang ancang untuk segera keluar denganbberdesakan ,takut barangnya kehilangan,itulah egoisnya karena tak seperti di BUS PMH dimana semua krunya berrusaha memberika yang terbaik tapi disini beda jika kita kehilangan barang pihak pengusaha batam jet tak bertanggung dan seolah tak acuh dan bersalah dengan gampangnya itu bukan tanggung jawab kami.ada emang rasa jengkel ketika kita harus berdesakan dengan penumpang lain menunggui satu persatu barang yang diturunkan,begitu kolotnya negara ini ataupun bisa dikatakan begitu bodohnya penghuni pulau ini itu yang terpikirkanku ditambah lagi dengan calo calo yang matanya liar seperti harimau di gurun panas menahan lapar menanti mangsa.jujur kubilang pihak aparat tak ada dikala itu yang membuat jengkelku katanya kota batam bisa di katakan kota metropolitan tapi mana,kesan terburuk bagiku.akhirnya tas itu tiba juga ,kuangkat mengikuti ibu dari belakang menuju ruangan tunggu,tapi terkesima ketika seorang petugas layaknya bak rambo menanyai identitasku."mana KTP"tanyanya
jawabku dengan polos"tak ada pak"
ya udah kamu ke sebelah kanan saja ruang karantina ato isol,tunggu petugas administrasi dengan suara lantang sedikit memaki .aku keheranan dan kebingungan begitu juga ibuku,mengapa di negara sendiri kita juga kena tindas,seberapa hebatkah batam ini hingga pendatang juga harus kena biaya administrasi atau dikatakan uang jaminan,kemana tujuan uang ini,apakah ke kas negara ato masuk kekantong para monyet ini,itulah gambaran yang kulukiskan buat KPLP di kota ini(keamanan pelabuhan)karena aku sangat jengkel melihat gaya petugas yang amburadul.yang pastinya bila ini terjadi dikampungku pastinya aku sudah kejar pake golok tapi aku hanya bisa menahan emosi,dendam ini akan selalu abadi bagiku,dan hanya orang orang goblok lah yang menyetujui peraturan daerah dengan memalak pendatang yang baru datang karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan,kita jauh pergi meninggalkan kampung halaman dengan uang pas pasan,hanya ongkos doang tapi demi sesuatu yang bagiku sangat menjengkelkan kita akhirnya juga mengikuti peraturan daerah ini.aku hanya tertegun ketika aparat memberhentikan langkahku di pintu masuk karena aku gak punya KTP BATam ITU BISA kumaafkan tapi yang gak bisa kumaafkan kebiadaban petugas yang rela melihat ibuku dengan usianya yang sudah tua mengangkat barang bawaan ke ruang tunggu yang jaraknya 20 meter,sungguh sangat biadab dan tak bernurani.di sela sela emosiku akhirnya bantuan itu datang juga,seorang petugas dengan tinggi dan bijaksana memegang tanganku
"lae hendra damanik kan"tanyanya
sekejap saja kucoba untuk melepas cengkeraman jari jarinya sambil menatap matanya yang kutakutkan mungkin petugas ini membawaku ke sel karena aku gak punya identitas karena pada saat itu rawan ancaman teroris,amroji berkeliaran bersama para anteknya.
"tenang lae,aku teman kakakmu,pegang aja tanganku biar kita keluar dari tempat ini"lanjutnya
dengan perasan senang kulirik ke arah pintu ruang tunggu kulihat kakakku dan ibuku tersenyum,tersenyum karena aku sudah ngos ngosan menghadapi masalah ini,baru saja kaki mendarat sudah banyak kali rintangan,macam mana pulalah ini.....tanyaku!!!!
"gimana dek,makin banyak ya jerawatnya tambah besar,dlu kecil"canda kakakku dengan pintar tangannya memberikan uang ke pada petugas tadi.aku gak tahu seberapa besar tapi kebusukan bangsa ini terlihatku dengan jelas,suap menyuap sudah biasa ditempat ini karena petuga s sama ganasnya dengan singa di coloseum romawi,apa saja diembat yang penting ada yangkan di bawa ke sanak istri.ini adalah sebuah cerita ,terlalu ironis untuk mengatakan,bukankah batam juga negara kesatuan NKRI tetapi aku di sini seperti angsa yang kehilangan kolam nya,aku terdiam di administrasi peraturan negeriku sendiri yang membosankan ,bagiku dan kutahu yang membuat peraturan itu akan puas apa yang dilakukannya tapi bagiku dialah orang yang tergoblok di negara ini.aku terhenyak ketika suara kakak membimbing langkah ibu dengan menggandeng kedua tangannya dan aku berimajinasi dengan seluruh otot badanku berinteraksi membentuk energi sepadan mengangkat tas di pundakku dan berjalan terus keluar .di luar juga aku sendiri semakin membisu,kulirik wajah wajah yang tak bersahaja sambil meneriaki agar kita mau menaiki jasanya,itulah tukang taxi di kota ini teman,wajahnya seram,pakaian emang sdikit rapi tapi wajahnya itu,seram seram dan gaya bahasanya sdikit bergaya preman tapi cinta damai karena kutahu di balik wajahnya yang seram ada yang harus dia beri makan,keluarganya menanti dengan seribu senyuman dan kel;ak bagi kamu yang belum menikah pasti akan merasakan perjuangan yang sama bagi kita yang bertempur di bawah kemiskinan.oh ya,,,disini profesi supir taxi hak penuh di pegang oleh orang batak ,emang ada sebagian orang padang,flores dan yang lainnya.
"namboru(sebutan ibu ato wanita yang dianggap di hormati yang sederajat dengan ibu,bagi yang menyebut),mau kemana,,,,?"tanya seorang pria paruh baya,rambutnya gondrong,kumis tebal melukiskan kegarangan pria ini dan kutahu dengan lidah besinya akan memberikan penawaran tarip ongkos yang mahal tpi dia tersenyum dengan giginya yang kuning ,tak usah kamu bayangkan kawan karena terlihat bahwa pria ini amburadul melengkapi wajahnya yang hancur."harga pasnya kukasih tarifnya namboru"lanjutnya dengan semangat juang yang tinggi.langkah kakak terhenti

Rabu, 16 Juni 2010

bab 2 tentang aku

sesuatu yang indah akan tiba saatnya
kita hanyalah sesuatu yang menanti
aku menantimu kawan
di seberang sekolah
ketika bel pulang sekolah melaju
kita masih di sekolah dasar
bersama menelusuri jlan dengan sejuta mimpi
kita akan ke sansiro


idealismeku tentangg sebuah harapan kini kupertanyakan,aku kalah ahri ini tapi aku berjanji demi tanah kelahirranku,suatu hari nanti aku akan kembali.hari ini aku akan membuat perjanjian tentang kalian,para pengeccut aku akan membalaskan semua dendam para anak anak siantar yang kalian paksa harus pergi mengejar mimpi ,jangan tanyaklan padaku arti idealismeku dan jangan pernah kau coba ajariku tentang nasionalisme,aku adalah aku aku akan terus mengingat ketika mereka berhenti untuk menggapai,aku akan pulang dalam membawa kedamaian hingga debu debu jalanan akan merasakan cinta dan kita menarri diatas terik mentari yang enggan lagi menyombongkan diri.ketika kalian melabeli anak anak kalian pekerjaan yang tak semestinya menjadi hak mereka ,aku terkikis dalam luka ketika birokrasi roda pemerintahana kalian labeli dengan harga yang tinggi,aku tahu dan merasakan apa yang kalian banggakan tetapi aku tak mau menafsirkan hari ini dan biarlah waktu yangkan mencengkeram keserakahan kalian  karena tibalah saatnya nanti yang kalah akan berdiri dan yang direndahkan akan dsi tinggikan.banyak kawan yang ingin aku sampaikan tetapi aku enggan untuk mengatakan,banyak kisah yang akan kujalani tetapi aku berharap pada allah,penciptaku agar aku di ridhoi  dan merantau ke batam cepat dapat kerja di perusahaan industri,kuliah dan bekerja kembali.garis kemiskinan telah mengajarkanku agar aku lebih kuat dari alam agar aku tak mudah terpedaya dengan jebakan duniawi dan keangkuhan sang waktu.ini adalah piagam pemberontakan ku yang pertama

sejuta tersirat kenangan itu menengadah di otakku,aku hanya diam diantara buku buku pelajaranku,tak bisa kubanyangkan aku harus kalah untuk pertamakali,aku kalah setelah ibuku mengatakan dirinya takkan mengijinkan aku untuk melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi,aku juga menyadari ibu sudah tua dan tak mungkin bisa aku tega memaksa tubuh tuanya untuk bertarung dengan malam dan sombongnya mentari demi cita citaku.
puisi ini terlekat didinding kamarku yng kutahu ini adalah kata kata terindah yng melahirkan jiwaku untuk beranjak dri kebodohan untuk tetap bersemangat ,berjuang dgn buku bukuku dan satu yang pasti aku akan tiba di sansiro.tpi kenyataannya aku juga dikalahkan oleh sang waktu,hanya diam di dinginnya malam,salahkah aku jika aku harus merelakan mimpi ini semua ditangan ku sendiri.ucapku dlam hati''maaf kawan aku tak bisa melukiskan seperti yg kita mimpikan,karena aku juga sama sepertimu dikalahkan sang waktu,hari ini dan untuk selamanya semua mimpi ini akan kita akhiri''ku dekatkan langkahku menghampiri puisi yg melekat di dinding itu,kucabut paksa dengan sekuat tenaga kurobek robek lalu kubuang dri jendela kamarku.
lama aku terdiam,anganku melayang ke sansiro,diam bagai es di antartika menyelimutiku ada kedamaian dan angan,aku merasakan aliran napas yg penuh semangat menebari di sekujur tubuhku ketika kulihat poster MATERAZZI DI DINDING KAMARKU,lalu aku teringat akan sebuah pepatah,banyak jalan ke roma,mungkin hal yg terbaik pergi merantau ke batam adalah batu loncatan,disana mungkin ada sesuatu yg kutemukan dan mngkin disana aku bisa menjadi orang hebat,orang sukses,bisa meraih mimpiku,bekerja sambil kuliah dan itu yang harus kulakukan.aku harus berdiri sendiri dan aku tahu tuhan juga takkan diam membiarkanku,aku harus melupakan sansiro dan memulai cerita baru.ku kepal kedua tanganku dan aku berdiri memandangi wajahku di cermin........takkan ada lagi kekalahan.
kubuka pintu kamarku dan aku melangkah ke dapur,kukumpulin piring piring bertebaran di meja makan kubawa ke kamar mandi kubasuh dengan penuh cinta,tpi pikiranku melayang layang penuh degan angan angan dan membuatku terhibur .
tiba pukul jam enam sore semua pekerjaan rumah tlah kuselesaikan,mengepel lantai,memasak,begitulah kawan setisp hari aku tak lepas dengan pekerjaan,aku anak ketiga dri empat bersaudara,1cewek 3 cowok dan anak pertama tlah lama merantau ke batam bahkan tlah memilki momongan menikah dengan ssesama perantau disana dan aku abangku serta adekku masih sekolah saat itu.aku hanya berpikir ,walaupun aku lelaki aku tak malu harus melakukan pekerjaan dapur layaknya wanita,aku bangga bisa membantuin ibuku karena aku tak mau dia pulang dari tiga tiga(pasar,ibu julan ikan asin ke kampung kampung) sudah lelah harus jg melakukan bgian itu,aku tak mampu melihat tangan tuanya dan tatapan nanar matanya melakukan hal itu,aku bangga punya ibu sebaik dirinya dan aku berjanji akan selalu menyenangkannya.selinta s dalam pikirku aku harus menjemput dan menunggui ibu pulang dari pekan di simpang perumahan kampungku,kasihan ibu yg sudah lelah harus mengangkat sisa barang jualan,biar kamu tahu kawan.......
disimpang inilah banyak mimpi yg hadir menyelimuti hatiku,walaupun suara desing motor berirama bagaikan musik hancur aku tetap bahagia karena bagiku,kita harus melahirkan mimpi meski kadang kita hanya berharap mimpi itu terwujud tidak seperti yg kita inginkan.ide ide gila tentang khayalan beradu dengan imajinasiku yang pasti aku menunggui ibu walaupun pernah ibu datang sangat malam aku tetap bersukacita,bisa kukatakan di simpang perumahan kampung ini adalah dapur mimpi dan khayalan imajinasi berdatangan seperti jamur di musim kemarau.satu hal yang paling kusuka di tempat duduk yang terbuat dri batu ini adalah tempatnya yang sangat strategis yang artinya disini kita bisa melihat cewek cantik di kota ini yang berpulang sekolah,less atopun pulang dari mana.suka duka menungui ibu pulang ,dukanya hanyalah hujan melanda karena kita harus pasrah tubuh kita bermandikan hujan.bagiku menghabiskan waktu bermalas mlasan di depan tv adalah sesuatu yang mubajir,ngerumpi di warung warung dengan teman sekampung juga kubagi waktuku karena aku tahu bahwa itu hanya percuma karena sejak lama sudah kutanam,satu janji. aku akan memberikan yang terbaik bagi keluargaku,itu yang kumau ,aku ingin membalas setiap detik tetes keringat ibuku,bisa kukatakan semuanya akan kulakukan agar ibu bahagia.
semuanya telah kulakukan yang terbaik bagiku,masa depan yang kuraih dengan cita cita ingin menjadi guru akhirnya kandas karena dana,aku di lahirkan dari keluarga miskin,ayahku hanyalah seorang tukang jahit dan tak perlu kujelaskan berapalah gaji dari tukang jahit yang ditambah ibuku hanyalah penjual ikan asin.kedua orangtuaku sudah tua dan tak mungkin bisa bekerja keras untukku,aku tak mau dikatakan munapik memaksa sama saja dengan memaksa mereka cepat menghadap yang maha kuasa.semuanya telah kupikirkan dengan matang,aku akan beranjak dri kota ini menuju area yang kutahbiskan medan perang,aku tak mau kalah kedua kalinya.biarkanlah semuanya terdiam dikala senja hari ini dan selamanya takkan ada kata yang tak bisa dan menyerah karena aku adalah sang juara.
kudengar suara yang lelah memanggil namaku,kulihat ibuku turun dari angkot sambil menuntun langkahnya ,sekejap aja kuangkati sisa barang jualan ibu keluar dari angkot dan ibu bergegas membayar ongkosnya.""barangnya masih banyak,bu""tanyaku dengan memelas mencoba membuat ibu agar terhibur.tapi dia hanya membisu,dengan langkah yang lunglai dia menggandeng tasnya berjalan menuju rumah dan aku coba mengangkat sisa barang jualan kepundakku dengan mengikutinya dari belakang.aku tahu sifat ibu jika jualannya tak laku dia hanya diam dan membisu,dan sebagai anaknya aku tak mau bertanya lagi.sesampai dirumah dengan tubuh tuanya sedikit kriput dia rebahkan tubuhnya di kursi dengan tatapan nanar lalu dia buka tasnya dan mengeluarkan seperangkat alat sirih,terlihat jari jarinya dengan cekatan merakit daun sirih dan memakannya dengan gigi yang kutahu semuanya membusuk.
sekian waktu seperti air mengalir di efraim,putri putri sion dengan tawa dan canda aku nantikan seribu kisah di dalam pikirku,sebagai anak dari keluarga yang kurang mampu kucoba untuk menyadari bahwa sukses itu dilihat dri orangnya,tak ada yang datang tanpa dipikirkan dan kita sendiri yang kan membawa langkah kita menuju puncak kejayaan dengan beriringan doa,sebagai orang yang beriman aku sadar bahwa tuhan takkan pernah meninggalkan anaknya sendirian ketika masalah yang berat menghampiri dengan kasihnya pasti ada penyelamatan darinya,aku tahu disini dikamarku banyak cerita dan tawa tangis,melamun tentang seorang gadis idaman yang detik ini di bawah bodohku mengaguminya,memandang wajahnya tanpa seijinnya dan menawan bayangnya sebelum mata tertidur hingga gunung gunung kecil dmna bahasa kerennya jerawat tumbuh dengan gampangnya di bagian wajah,itu kata mereka itu masa puber beranjak dewasa tpi menurutku jerawat muncul bila kuukur dengan daya pikirku disebabkan wajah kita yang kotor,berminyak.semuanya hadir tapi esok kamar ini akan kehilanganku sprtiku akan kehilangannya yang mungkin di huni adikku ato dibiarkan kosong sama sekali ato bisa menjadi gudang.kususun bajuku kedalam tas karena kutahu esok pagi ,aku dan ibuku akan berangkat ke batam,katanya di perjalanan kita akan menghabiskan waktu satu hari satu malam dengan tarnsportasi darat dan laut jadi dibutuhkan tenaga ekstra,aku juga memperlengkapi diriku dengan obat antimo karena aku tahu aku ornagnya mudah mabuk darat atpopun mabuk laut.setelah semuanya selesai kususun ke dalam tasku kuhampiri ibuku yang di ruang tamu sambil menonton acara talk show di televisi,acara kesukaan ibu adalah menonton kick andy begitujuga aku,aku sangat suka sekali mengikuti acara rambut kribo ini.menurutku acara ini mampu membangkitkan naluri yang kalah untuk bangkit kembali,ada sesuatu terang jika pengakuan dari narasumber mengalami mujijat ato seperti mimpi yang gak bisa dibayangin bisa terwujud,pastinya semuanya acaranya tak pernah aku gak ikutin dan di anganku juga aku pastinya hadir disana berpapasan dengannya yang pastinya hanylah orang hebat yang tampil disana.aku juga ingin menjadi orang hebat,aku iongin menjadi orang besar tpi sebagai anak yang susah mungkin ini hanyalah di dalam kertas dimana kita tuliskan cita cita kita lalu kita robek dan kita buang ke tong sampah.itu faktanya karena di negeri ini hanyalah uang yang berkuasa,semuanya bisa di beli dan hanyalah yang memilki segalanya yang bisa menang.orang orang seperti aku hanyalah penonton saja,ada memang orang susah yang bangkit bberdiri mengangkat kedua tangannya,apalagi sekarang karena kecanggihan teknologi pertelevisian indonesia banyak acara yang mampu mewujudkan mimpi kita seperti acara indonesia idol,mama mia,indonesia mencari bakat dan beberapa olahraga yang sederhana yang pastinya sepakbola.tak bisa dipungkiri ratusanbahkan jutaan anak negeri hanyalah bisa menanti sesuatu yang tertunda,karena sebelum kita maju kita sudah langsung kalah dengan kekuatan uang,uangnya mengatur negara ini,itu yang selalu dikatakan ibuku,kau mau beli seragam polisi bisa,beli dokter bisa,beli tentara bisa bahkan beli kursi di pemerintahan juga bisa.negara ini dah kritis ...............ugkapnya,jadi kalian(anak anaknya) harus sadar jangan mengharapkan ,berjuanglah dengan napas,keringat dan doa
"ibu dah makan"tanyaku
ibu menjawab dengan senyum dan mengucap''ibu lagi nungguin bapak,klo bisa kamu panggil adekmu yang diluar sana,ini dah larut ,klo kamu dah lapar kamu makan aja duluan''
''iya bu''balasku dan menuju keluar rumah mencari adik
malam sudah menunjukkan jam delapan malam,bapak juga belum datang dari tempat kerjanya,ada perasaan gelisah terlihat di pikirku,apakah penyakit rematiknya kambuh lagi ,aku tahu bapak gimana,dia lebih memetingkan anaknya daripada dia bahkan dia rela kerja sampe malam untuk membiayai sekolah kami.bapak orangnya bersahaja,suka melucu dan satu yang kubangga bapak tidak mau minum minum keras dan berjudi,bila dia gajian semuanya gajinya diberikan pada ibu dan pada saat itulah kita harus membuat laporan tentang sekolah,buku yang belum dibayar,biaya spp dan sebagainyasungguh sangat riskan dikatakan tetapi begitulah aku mempunyai bapak dan ibu yang mau banting tulang demi kami walaupun hanya tamat SMA itu bagiku adalah yang terbaik,dan semuanya tergantung kami,kami merencanakan dan pastinya di dalam doanya nama kami disebutkan.jalan kita ditentukan oleh kita bukan.....
tepat didepanku,kulihat seorang pria tua dengan rambut ikal menuju kearahku disampingnya anak kecil dengan rengekan kecil,itu bapak dan adekku kutahu pasti bapak memaksanya pulang dari kumpulan temannya.begitulah adikku jika bermain tak ingat waktu hingga tak ingat jam belajarnya.
''lama pulang pak''sapaku
''i ya,aku tadi nungguin toke(juragan) bapak pulang dari medan,minta kasbon kan besok anak bapak pergi kebatam"
sahutnya dengan senyum,terlihat kumis yang tak rapi menggoda dan gigi yang kuning tersembul tersenyum sumringah
''ibu dah pulang ya bang???''tanya adekku .balasku''itulah kamu,asyik main saja ,ibu yang pulang saja kamu tak tahu,gimanalah nanti kamu yang jagain orang bapak sama ibu,kamu saja asyik bermain,besok aku sudah ke batam.mulai besok juga kamu yang gantiin aku,yang masak,nyuci,nungguin ibu,apakah bisa??
dia hanya diam,aku juga tak berperasaan melihat dia.dengan usia yang masih muda harus melakukan pekerjaan ini tapi hidup harus dilanjutkan.mungkin abangku juga merasakan apa yang kurasakan saat ini yang harus membiarkan aku gantiin dia saat itu.ada tetes air mata yang kurasakan di pipiku,kulirik bapakku hanya diam kutahu didiamnya juga dia mungkin terharu dan mengutuki dirinya yang tak bisa mewujudkan mimpi anak anaknya.tapi aku bangga bukankah bapak hanyalah tamat SR,sekolah rakyat yang merantau ke kampungnya dengan bermodalkan keberanian datang ke kota siantar ini.hanya kejujuran itulah nasehat bapak selama ini datang ke kota yang satupun tak ada keluarganya tapi dia bisa,dia bisa keempat anaknya sekolah bahkan tiga tlah tamat SMA.kejujuran adalah diatas segalanya tak ada yang datang tanpa dipikirkan,itu yang menjadi motto bapak dalam hidupnya dan itu juga yangkan kuilhami di perantauan nantinya di batam
langkah kami terdengar oleh ibu,yang tadi berbaring di alas tikar mencoba untuk duduk menyambut kami.adikku bergegas menuju tas ibu mencoba mencari apakah ada sesuatu yang di bawah ibu dari pasar,karena kutahu setiap ibu pulang selalu membawa buah ataupun kue tpi hri ini kulihat ibu membawakan buah jeruk,langsung saja dengan lihai si anak manja membawa sekantong jeruk kekamarnya.ini sudah biasa bagiku mendapat perlakuan tak adil bagiku tapi bagiku itu hanya biasa karena rasa sayangku sama adikku dan akhirnya aku tahu juga sifatnya ,dia akhirnya juga akan memberikannya tanpa diminta,pernah suatu hari ibu lupa membawain,dia merengek terus dan jujur bila dia merajuk permintaannya yang bawel bawel akan di lancarkan dengan main paksa contohnya minta uang jajan tak sewajarnya dan jika ancaman ini tak dipenuhi maka esoknya dirinya tak mau sekolah,bagaimana pun caranya dia dengan otak bandalnya mengadakan konspirasi yang membuat otak orangtuaku mengalah agar dia mau sekolah karena bagi orang tuaku sekolah lah tempat harapan mereka dan masa depan anak anaknya.lalu dia keluar dri kamarnya terlihat ditangannya jeruk itu tak berdaya ,ikhlas tubuhnya di kuliti dengan paksa dan tubuh ditelan kedasar perutya sekejap saja.sangat rakus itulah kata kata yang terlintas di pikirku.''ibu dah makan,ma?tanyanya sambil memotong perbincangan orang tuaku.''aku lapar ni!!lanjutnya lagi.kulihat bapak menyerahkan uang lembaran seratus ribu pada ibu yang dia pinjam dari tokenya(juragan)dan seketika itu juga aku menuju dapur,membawa lauk pauk ke ruang tamu beralaskan tikar,bapak memimpin doa ,sengaja aku tak menutup mata aku hanya memandangi wajah dri bapakku,ibuku dan adikku mungkin yang ini yang akan menjadi terakhir kalinya aku akan melihat mereka dan makan bersama,ingin rasanya hati ini menangis tapi aku mencoba untuk selalu tabah karena kuyakini masih ada jalan yang bersahabat selagi ada perjuangan pasti ada jalan dan seiring doa bapa mengatakan amin seketika itu juga aku membukaan mata,dengan lahapnya kami makan meski lauknya hanyalah ikan asin dan sayur daun ubi yang ditanam disebelah rumah.waktu telah berlalu tepat pukul 22.30 wib,kumasuk dalam kamarku,kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang alasnya hanyalah sebuah tikar,kupeluk bantal gulingku dan anganku melayang,wajahnya rianti kembali terlihat jelas dalam lamunanku,dalam hatiku bertanya!dia lagi ngapain ya?mungkinkah dia sama seperti aku yang lagi kasmaran,rasa cinta ini telah menjelma menjadi sebuah kekuatan dalam perjuanganku,rasa rindu yang mengalir telah membuatku terbang ke langit ke 100 versi baruku.wanita yang selama ini kukagumi dan kucintai ternyata merasakan hal yang sama tentangku tetapi kenapa??kenapa tuhan??ketika semuanya kan terhenti,engkau menyatukan cinta ini.aku hanyalah anak miskin yang besok akan pergi merantau ke pulau batam sedangkan dirinya akan pergi ke jakarta,kuliah mengejar mimpi mimpinya.tapi apakah cinta ini akan abadi,apakah aku akan setia?apakah aku mempunyai kekuatan untuk memperjuangkan cinta ini?atau apakah dia juga berpikir seperti aku,tak membagi cinta yang telah diatanam ,''tanyaku dalam hati.