aku sang juara

Minggu, 06 Juli 2014

BAB 1 MIMPI DIATAS KEKALAHAN

ini novel hasil karya hendra damanik.....................
perumahan bukit indah batu aji blok A1 no 19
no hp 081364694200
pematang siantar lor 24 bdb no 67

bab 1

MIMPI DI ATAS KEKALAHAn

hari ini dan selamanya
kita hanya lah kerikil kerikil yang  berserakan di waktu yang sombong
kemiskinan adalah senjata terbesar kita untuk bangkit
berdiri menantang angkuhnya sang mentari
kita takkan gentar meski waktu memperkosa mimpi kita
di bawah senyum sekolah jalan perwira
di balik senyum para guru yang terhormat
berjanjilah sekolah ini akan terlahir pemimpin negeri
jangan lihat kiri dan kananmu
kita memang di takdirkan di atas kekalahan
karena kita bagian terlupakan
bertarung dengan waktu
berbagi kursi dan kelas yang sumpek
kerana harus demikian
tak ada seorang pejuang terlahir dari tahta kemegahan
aku menantimu di sansiro sahabat.........
bermimpilah ..
seakan mimpimu mengajakmu terbang.....


kuhapus airmataku yang menetes di kedua pipiku,aku hanya terdiam bahwa semuanya akan hilang seiring waktu,mimpi mimpi yang pernah terlahir kan kubiarkan hilang jauh dan pergi pastinya takkan kembali setelah ibu mengatakan padaku bahwa dia tak bisa untuk membiayaiku untuk ke jenjang yang lebih tinggi dan aku juga menyadari hal itu ,aku takkan bisa memeksakan kehendakku padanya karena kulihat kedua orang tuaku tak  mungkin bisa menyanggupi semua keinginanku untuk kuliah,rasa kasihan didalam benakku di balik kelelhan yang akan di perjuangan kedua orang tuaku untuk menyanggupi keinginanku dan sebaliknya aku tak tega juga dibalik tubuh tua mereka ,mereka masih menantang waktu demia aku.aku tak sanggup".keluhku
kupejamkan mataku dengan tawa yang mengalir berharap aku bisa sejenak mengerti akan semua kekalahan ini, kubaca sekali puisi itu tapi masih saja aku tak terima dengan ini semuanya.dalam batinku,sia sialah semua apa yang aku perjuangkan,kata orang sukses belajarlah dengan giat raihlah mimpimu tapi bagiku ternyata itu semua mustahil apalagi keluargaku yang hidup yang serba kekurangan,uanglah yang mengatur semuanya,uanglah yang membuat perbedaan.kata kata itu yang selalu di ucapkan ibu  mengungkap kebenaran dimana ini adalah perdebatan yang selalu kutantang,pendapat ini selalu kusangkal tapi kini aku menyadarinya hal ini mengungkap kebenaran yang sesungguhnya,di negara kita semuanya bisa di beli ,semua tergantung berapa banyak uangmu.jika bisa aku berpendapat di negeri ini yang susah hanyalah debu debu yang berserakan yang hanyut terbawa badai,di acukan ,ditinggalkan dan lebih parahnya kepedulian akan insan dan moral tak menjamin akan kemiskinan ,kemiskinan dimana mana,biaya berobat sungguh sangat mahal,lapangan pekerjaan tak ada.ku kepalkan kedua tanganku,jujur aku gak terima nasibku akan seperah ini  ketika harapan terlahir kita mencoba bangkit dan berharap keajaiban datang ,mimpi hanya batas angan angan,mipi yang terbeli,aku tak berdaya untuk melawan ,aku hanya pasrah jika memang ini adalah yang terbaik bagiku dan pilihan terakhir merantau di batam mengadu nasib,baiklah semuanya akan kujalani,sia sia sudah mimpi yang selama ini ingin kuraih   ku dikalahkan oleh sang waktu dan pastinya aku berharap akan berganti seiring mentari menunjukkan kesombongannya.aku adalah sang juara dan pastinya semuanya akan kucoba kuraih meski aku dikalahkan ,aku akan bangkit sebelum matahari keluar sarangnya aku akan tetap berjuang,itulah janjiku.aku bisa bekerja sambil kuliah itulah anganku,angan yang harus aku wujudkan meski pengorbangan yang sangat berat karena aku di kalbu yang dalam aku tlah berjanji akan membuat kedua orangtuaku akan selalu tersenyum.
kita hanya merancang dan  demikianlah biarkanlah tuhan yang merangkainya,semuanya kuserahkan di jalannya karena kuyakin jalanku masih panjang dan diakan membawaku ke sansiro stadion kebangganku di italia bertemu dengan para idola.
jiwa ini mati terasa mati impian hari ini lenyap seperti hantu membangkitkan adrenalin yang baru,napas perjuangan yang penuh dengan api dan impian yangkan kuraih dan aku berjanji kalah hanya sekali dan selamanya akan ada kemenangan yang tiada habis.

tak pernah terpikirkanku aku yang tlah berjuang mati matian belejar keras harus rela di pasung pergi merantau ke kampung orang,jiwa ini tergadai di antara harapan yang berselimut ketakutan dan kecemasan tentang hidup.aku belum siap ,batinku seakan berontak tapi apa hendak kulakukan tak mungkin aku bersikap pesimis memaksa kemauan di balik kerutan  dan kelelahan kedua orang tuaku,pernah niatku untuk meminta ibu uang rp 200.000 agar aku mengikuti  SPMB dimedan tapi niat itu kupupuskan karena alasan keuangan ibu mungkin lagi srek karena hasil dagangan juga gak laku,aku kasihan dan aku tak tega melihatnya kembali meminjam uang dri tetangga karena modalnya kurang dan diamnya yang menawarkan luka yang dalam karena pernah ibu mencoba meminjam tapi tetangga itu enggan untuk membantunya dan diamnya itu aku hanya bisa menangis bahwa perjuangan ibu sangatlah berat.melihat bapakku hanyalah bekerja serabutan kadang menjadi pemulung,tukang jahit dan tukang bangunan tapi bagiku bapak adalaah bintang yang sangat terang yang memberikan kejujuran dan perjuangan yang tak kan pernah hilang dalam ingatanku.dia menawarkan sifat penyabar dan pelucu yang sangat riang,bila dalam perbincangan siapun lawannya dia takkan mau dikalahkan,dia punya idealisme yang sangat tinggi sekali tidak tetap tidak,aku hanya pasrah biarlah tuhan yang merangkai semuanya karena bagiku aku masih bau kencur jika harus berdebat dengan bapak krena dirinya sudah makan garam dalam kehidupan ini.aku hanya berharap tuhan selalu menjaga keluargaku jauh dri segala cobaan dan jauh dari penyakit karena di negeri ini biaya rumah sakit sangat mahal.
aku menanti saat saatnya akukan pergi ke batam seminggu lagi waktuku di siantar kemarin aku baru saja mengambil ijasah di SMU NEGERI 1 siantar,aku bertemu dengan para temanku yang katanya mereka akan mengikuti SPMB di medan.aku hanya terdiam ketika temanku si benny mengutarakan niatnya
" hei teman ...kok pada melamun aja,semangat dong!!"sapa benny
"jadi kitakan pergi ke medan untuk mengikuti SPMBNYA,klo boleh kita barengan saja untuk ngurangi beban kamar kost dan lagian tahukan bersama lebih baik"lanjutnya lagi
aku hanya terdiam di balik resahku,jawaban apa yangkan kuberikan padanya ,aku tak mau sahabat ini tahu yang harus aku hadapi,aku malu untuk mengatakannya
"kenapa diam aja sih bos"tanyanya sambil memberikan tinjunya tepat di pinggangku
aku terkaget bukankepayang memecah diamku,tpi lebaik baik aku jujur mengatakannya karena kutahu si benny adalah teman terbaiku,tiga tahun temanan sebangku dan aku tahu sifatnya paling tidak senang jika dia di bohongin
" mungkin ben..tahun ini aku harus mengalah karena aku harus membantu kedua orang tuaku karena aku juga tak sanggup lihat mereka kembali bersusah payah membiayai uang kuliahku tamat SMA saja sudah penghormatan bagiku di tambah adikku juga yang masih butuh perjuangan mereka,aku juga bingung kenapa ya aku harus rela menerima kenyataan bahwa td pagi ibuku mengatakan sesuatu yang membuatku berpikir ,aku akan pergi ke batam menemui kedua saudaraku,mungkin ini satu satunya impianku dan mungkin disana semuanya kan terwujud"jawabku sambil menghela napasku menahan tangisku,kupalingkan wajahku ke arah yang lain agar dirinya juga tidak larut dalam kesedihanya
"ya mungkin itu juga jalanya tuhan menunjukkan kebesarannya bahwa hidup tak selamnaya indah,ada tantangan yang harus di hadapi,ada pertanyaan yang harus di jawab dan pastinyanya kita kan tetap bersamakan"lanjutnya mencoba menyemangatiku sambil tersenyum kecut memandaNGI seorang gadis yang lewat menggodaku
rianti sebutku dalam hati,gadis pujaan yang selama ini berkelana di dalam pikirku gadis yang menjadi persainganku untuk menduduki peringkat satu,mencintai tanpa ijinnyadan sekali kali memandanginya di meja belajarku tanpa ijinnya,ada getaran yang menyala seperti api yang siap menerkamku,semakin dekat semakin dekat mulut ini ingin menguvcapkan salam tapi sungguh terasa berat untuk mengatakan,aku hanya terdiam ketika mulut mungilnyanya mengatakan"hai bicarain apa sih,eh ijasah kalian berdua dah diambil ya"sapanya
"bicarain kamu...kamu tanpa cantik deh,seminggu tak ketemu membuat temanku yang satu ini hanya terdiam seperti orang tolol..ahahaahahaa"tembak benny dengan tajam secepat kilat saja aku berakting menggarut kepala seperti orang yang ketombean seperti salah tingkah
"si gadis pujaan lagi ngomong ni"godanya
"hai hen gimana kabarnya"tanyanya
"jangan diam saja dong,katakan saja  i love you full sebelum wajahnya pergi entah kemana karena inilah terakhir bagi kita bertemu"lanjutnya
"aku baik"jawabku dengan muka tertunduk,kenapa ya abila berhadapan dengannya atau berbicara dengannya aku tak mampu menatap matanya,tanyaku dalam hati
aku hanya tertawa melihat tingkahku ,sekali kali aku tersenyum melihat tingkah nakalnya  si benny dan  menoleh si rianti  pergi meninggalkan kami kami,ada perasaan kebahagian yang datang begitu saja,kesedihanku hilang pergi entah kemana..oh tuhan inikah namanya cinta....tapi gawatnya aku mencintai tanpa di cintai  sungguh sangat tragis,inginku lebih larut berbicaranya tapi mulut ini seperti terkunci rapat dan si ddewi cintapun menghilang seiring langkahnya memasuki pintu ruang an tata usaha
"cinta tlah pergi di balik bodohku"kembali canda benny mednggema
balasku"emang cinta itu segampang dengan rumus fisika apa??"
"bukankah juga dia merasakan hal yangsama,kamu saja yang tak bisa mengerti..logika dong gak mungkinkan si cewek duluan nembak si cowokkan"katanya sambil mencibir menguatkan mentalku
"tersenyumlah kawan,terserahmulah meledekku...aku pasrah kok.....tapi aku sadar kawan aku tak pantas untuknya dia itukan anak orang berada bukan seperti diriku
mentalku gak kuat man,lagian kalu urusan nembakkan tak seharusnya si cowok yang duluan bisa aja si cewek bukan,ini dah jaman reformasi  seperti dirimu semalam barui jadian dah dibubarin dengan alasan yang rumit rumit,cewek matrelah,banyak mintanyalah dasar palyboy"jawabku denga ketus
"dah sore ni ben..pulang yok"ajakku
ada perasaan yang menggema di hatiiku,bvercampur aduk seperti jus memompa getaran jantungku bersdetak detak dengan aliran suara seribu mega watt,emang ada kebenaran yang terungkap di atas perkatan temanku si benny ini tapi apa yang harus kulakukan aku hanya manusia biasa dan hari ini mungkin terakhir kalinya aku melihat dirinya
"oi..oi..katanya mo pulang tapi  masih melamun saja"tegurnya yang membuatku terhenyak
langkah kaki ini talh tiba di gerbang sekolah,kudengar canda teman temanku yang ingin mereka kemana melanjutkan impian mereka,unek unek yang membuatku cemburu tapoi hidup harus kujalani.aku menyalami satu persatu temankudan mengatakan salam perpisahan yang dalam,senyumdan harapan ,persahabatan berbagi dengan ruangan sekelas,ada cinta tersenbunyi di altar kelas usang kita dan pastinya mimpi,semua kenangan tiukan mejadi abadi tak lekang oleh waktu.aku terhenyak melihat ibu wali kelasku yang berdiri tepat di depanku,dai mencoba menahan isak tangis perpisahan yang dalam bahwa harus menerima sebuah kenangan yang indah melepaskan semua anaknya yang didiknya,satu hal yang tak pernah kulepaskan ingatanku tentangnya dan perkataan itu yang memacu penderitaananku untuk belajart siang dan malam.dia berkata di sela sela pelajatran ketika dia memberikan pemahaman tentang sebuah harapan"kalian adalah para ksatriaku,bertempurlah dengan semangat sang garuda,katakan kepada dunia bahwa di sekolah SMU N 1 ini akan terlahir pemimpin bangsa,berjuanglah para pejuangku..."
dia menciumku dengan isak tangis yang menempel di pipiku
bisikny"engkaulah harapanku,engkaulah prajuritku,aku menunngumu disini untuk menantikan karyamu"
aku hanya tercengah di balik tanyaku,harapan yang disandarkan padaku begitu kuat mengecoh pkiranku ,bagaimana mungkin bisa,mungkinkah aku harus menceritakan semuanya ini bhwa aku harus teperosok di dalam harapan yang hilang,merantau ke batam.mengapa hanya aku yang di  bisikannya ketika ibu rosenni menciumin salam perpisahan semua anak didiknya tanpa ada sepatah katapun ,mengapa bukan si rianti si juara satu ,mengapa harus aku...
aku hanya tertegun bibirku hanya diam seolah semua nya tidak terjadi..dia pergi dengan melambaikan tangannya dengan kepalan..dan pastinya dengan senyuman
aku tahu apa yang hendak dikatakanya dan diartikannya dengan kepalanya,...berjuanglah para prajuritku,bertempurlah dengan duniamu.....
kurangkai semua kenangan indah ini,semua tersirat hadir ketika awal perkenalan,masa masa yang indah begitu hadir menawarkan wangi yang dalam dan ada cinta yang hilang.
kulangkahkan kakiku untuk meninggalkan keramaian itu,kulirik kanan dan kiri terlihat mereka asyik membicarakan kemana mereka akan melanjutkan studinya hingga aku seperti hantu ketika aku pergi melewati mereka.
"ben,rianti,boy,bro......ak duluan pulang ya,"ucapku pamit ketika tepat dihadapan benny,rianti,boy besrta teman lainnya
"cepat banget pulangnya,inikan perpisahan kawan...kita mau ke taman bunga ini..bareng makan bakso seperti yang dulu dulu
"gak ah...aku ada kerjaan di rumah,maaf bro..."balasku
aku pergi sendiri  meninggalkan mereka menuju simpang sekolah untk naik angkot yang jaraknya sekitar 500 meter di didepan sekolah dengan pikiran hampa yang terlintas bagiku hanyalah sebuah harapan bahwa mimpi ini harus kubuang sejauh jauhnya dan merantau ke batam.
tiba disimpang aku sangat terkaget mendengar namaku di pangil dari arah belakang berkali kali.kulirik kebelakang hatiku bergetar tak menyangka ternyata seorang gadismanis,rambutnya yang terurai,kulitnya yang putih semerbak pancarkan  aroma wangi,wanita yang selama ini menjadi putri di dalam relung hati yang dalam.
hatiku bergetar menatap matanya dan dengan napas terengah engah dia berucap"kamu ada acara gak,aku mau bicara denganmu?"tanyanya
ada cahaya yang menyambar wajahku,ada rasa bahagia yang dalam dan jujur baru kali ini aku dengan nekat memandang wajahnya dan yang buat aku bahagia mengapa dirinya tiba tiba mengajakku untuk membicarakan yang pastinya aku masih melongo,sungkan dan ragu ragu bercampur malu beradu dengan irama orang yang linglung.
"kita mau bicara apa??oh ya mungkin aku selama ini punya salah samamu melalui kata kata ataupun perangai ku yang tak menyenangkan,aku mohon dengan hormat aku minta maaf ya"jawabku dengan polos
sibibirnya ada senyawa senyuman yang beradu dengan keiklasan yang tajam yng mungkin mengatai diriku aku si tolol yang tak pernah menghargai cinta,cinta yang mengalir dari waktu ke waktu dan semuanya berbagi bersama dengan cinta yang suci
langsung saja dengan begitu cekatan digandengnya tanganku begitu erat,kurasakan kelembutan kulitnya yang putih dan sinar aroma senyumnya terpancar abadikan kecantikannya.aku hanya pasrah saja seperti domba yang dipapah memasuki ruang penjagalan begitu juga diriku aku lemah dalam bimbingannyadan ada kedamaian yang mengalir sepertia aku di tanaj efraim.diam mencerna bagaikan langit hitam tanpa satupun bintang yang menemani bulan,5 menit kami hanya membisu.
memecah kebisuan kuinsiatifkan untuk memberhentikan angkot yang dari tadi lalu lalang di hadapan kami,dekapan tangannya perlahan lahan dilepasnya dri dekapan tanganku kutuntun langkahnya memesuki bus setelah dirinya masuk lalu akupun masuk, duduk disampingnya dimana aku duduk di bagian sudut bus.bus pun melaju dimana malaikatpun pasti tersenyum melihat tingkah kami karena kami hanya diam larut dalam pikiran masing masing ,kami  berdua saja yang ada di dalam bus ini,otakku berpacu inginku berbicara tapi bibir ini tetap saja tertutup rapat membeku.kulit keluar dari jendela,tak terasa kini semuanya akan berhenti disini,tanyaku apakah ada waktukan kembali ke sekolah ini,membuat semua penghuni bersorak dan bangga bahwa semuanya tak sia sia anak didiknya mengangkat nama sekolah ini.
"bang stop bang>>"teriaknya kepada sang supir menghentikan langkahku
"kita disini saja ya,taman bunga"lanjutnya
"ya gak apa apa"balasku,kuarih kantongku segera membayar ongkos dan kuberikan lembaran uang pada pak supir
lalu kembali di dekapnya tanganku,dengan tanpa sungkan kubalas dekapannya kali ini tanpa ada rasa takut dan penasaran ,adrenalinku mulai berani dan lebih percaya diri bahwa cinta diam diamku terjawab udah,dia melangkahkan kakinya ke kursi yang berada di tengah tengah taman,di rebahkannya pundaknyake kursi itu dan dengan lembut tangaanya mengusap membersihakan kursidan menyilahkan aku duduk disampingnya.direbahkankannya kepalanya di pundakku dengan tangan sama sprti td,kini ucapannya jelas kurasakan bahwa cinta ini tlah lama bersemi yang kurasakan semuanya ini salahku yang tak berani ungkapkan cinta.
"masih ingatkah dirimu ketika aku sengaja mencuri bukumu dan aku menyuruhmu untuk mengambil sendiri ke rumah,kenapa dirimu selalu bego ,tak mau tahu senyuman di balik canda tersirat sejuta cintaku"tanyanya dengan rindu yg dalam
aku hanya terdiam,apa yang harus aku katakan
terangku,"ya..jika saja aku berani ungkapkan semua cinta ini,tapi aku takut rianti,aku takut cintaku tak seindah pemikiranku,mencintaimu bukanlah segampang yang kurasa,dirimu cantik,pintar sedangkan aku...!"
sekejap saja tangannya menyambar mulutku dengan jarinya dia menghentikan ucapanku
"cinta tak membutuhkan hukum pascalkan"candanya diriak tawa kecilnya
"apa hubungannya dengan hukum pascal'TANYAKU
"bukankah itu yang selalu kamu utarakan jika si benny menceritakan rasa cintamu padaku,kamu lelaki jangan pantang menyerah dong,kerjakan apa yang menurutmu baik,mengatakan cinta tak segampang meyelesaikan perhitungankan,ayo kamu mengelak lagikan??"ceriwisnya
"emang si benny ngomong ya,emang anak gak bisa jaga rahasia"teriakku
"kalau menurutku sibenny dong pahlawannya,mungkin bila benny tidak menyampaikan bahwa laki laki yang disampingku ini mencintaiku dan dia tidak berani mengatakannya,kita berdua takkan ada disinikan.."jelaskannya
"ia benar juga sih...tapi akukan gak jentelman"ucapku
"ia kamu jentelman lah"geledeknya di isi taa kecilnya
"kamu ngejek ya..."tanyaku
"nggak..hanya lucu aja ada orang masih jaga idealismenya di depan gadisnya sok macho"terangnya
"oke deh aku nyerah"jawabku
"gitu dong baru baru jentelman"balasnya
diantara waktu yang menyingsing aku dan dia larut dalam kebahagian,kedamaian yang terpendam di atas bodohku,mengagumi di antar seribu cinta yang hampa dan terlahir diantar waktu yangkan memisahkan,terobsesi oleh mimpi dan cinta,cinta yang hanya sehari dan esok pasti akan merindukannya.apakah cinta inikan abadi selamanya dan akan bersemi,biarkanlah tuhan yang merangkainya .....
"hen..apakah cinta inikan selamanya,aku gak mau jauh darimu,aku ingin selalu di sampingmu menemaniku hingga akhir ayatku" bisiknya
kudekap erat tanganya,kubelai rambutnya dengan belain yang terindah,ahtiku gusar jawaban apakah yang harus kuberikan,aku tak bisa melanjutkan sekolahku ke bangku kuliah,apakah aku harus berbohong,aku juga merasakan yang sama aku tak bisa jauh darinya aku mencintaimu rianti
"aku juga ingin selamanya disisimu,cintaku hanya untukmu tapi raga ini harus kita relakan berpisah apabila diantara kita harus mengalah ataupun waktu memisahkan kita karena kita memiliki impian yang berbeda"terangku
"aku berencana akan kuliah di jakarta karena tahun ini juga ayahku pindah tugas,kami sekeluarga terpaksa harus berpindah kesana"terangnya
"kenapa ya,cinta ini hanya sesaat dan harus beranjak kembali pergi"balasku
"kapan sekelurga pindahan"tanyaku kembali
"tiga hari lagi"jawabnya
mengapa kadang cinta ini sangat mengkwatirkan cinta yang tertawan hanya sedetik hilang untuk selamanya,akan cinta ini kan abadi bersama langit malam,sdangat sulit bagilku apabila harus berhubungan dengan cinta jarak jauh membutuhkan kesetiaan dan kejujuran yang terangkum juga biaya yang sangat mahal belum lagi bagaimana kita melihat kehidupan di ibukota,manusia baik saja bisa berubah menjadi jahat apalagi cinta,bukankah disana banyak cowok ganteng yang menggodanya.resah ini mengapa menyapa seperti bulan kesiangan...
"apa benar ya yang di ceritain si benny bahwa dirimu harus merantau ke batam"tanyanya dengan suara memelas.aku hany terdiam,kulepas pelukanku dan kucoba menghirup napas kutundukkan kepalaku lalu kututp dengan kedua tanganku,aku hanya terdiam.
"ya mungkin nii sudah takdirku rianti,menjadi manusia kalah di negeri sendiri,aku hanya pasrah saja dan berharap keajaiban kecilku menghampiriku biarkanlah mimpi mimpi ini mengalir hingga pergi dan takkan kembali"balasku
"kamu tahukan apa arti cinta,cinta adalah sebuah peristiwa besar yang melibatkan dua hati yang saling mengasihi,aku mencintaimu tapi di balik ini semua cinta ini terasa hampa,kini,besok ataupu hari hari yang datang aku hanya bisa menanti sebuah realita bahwa cinta ini juga pada akhirnya membunuhku"lanjutku
kembali pelukannya bersandar di pinggangku,ada tetes air mata yang mengalir di pipinya kucoba mengusap pipinya dengan kedua jariku,aku terharu mungkinkah cinta tulus hanya untukku.
"berjanjilah pada taman ini,bunga bunga yang ada di taman ini bawha dirimu takkan pernah melupakanku"tanyanya
"aku berjanji akan selalu menjaga cintamu"jelasku
"ra,,,,satu yang kuminta darimu,setiap dua hari sesudah natal kuharap engkau hadir disini dan ini ada sebuah buku yang menjadi pikiranku dan rasa cintaku yang selama ini,di situ ada puisi puisi yang sengaja kucipta untukmu"ucapnya dengan tangan nya memberikan buku harian yang warnaya hijau
"jagalah ini dengan sepenuhnya seperti cintamu padaku"lanjutnya
"ia aku janji dengan sepenuhnya"janjiku
waktu telah berjalan seiring mentaripun mulai tertawan di ufuk barat,kuhanya pasrag pada keadaan,hari ini cinta itu terlahir dan hari ini juga cinta ini pergi.
"rianti...waktu dah sore ini..kita pulang yok"ajakku
yang kubisikkanlembut tepat di telinganya
diapun terbangun dari dekapannya yang tak ingin lepas ada rasa ingin selalu berlama lama dengan nya tapi aktu tlah menyingsing,kulihat hanya sebuah kiasan dia tlah pergi seiring cinta yang tlah pergi.cinta monyet ataupun cinta pertama yang benar benar tlah menjadi cerita indah bagiku.lama aku tertegun berdiri menatap hingga jauh bus yang dinaiki rianti,ada getaran yang hinggap ingin selalu berlamaan dengannya taopi waktu terlalu sombong utk mewujudkansemuanya.apakah cinta inikan bersemi,aku mencintai bagai langit dan tanah sangat jauh berbeda,dia dari keluarga yang berkecukupan sedangkan aku hanyalah anak yang miskin,dah miskin jelek lagi,ketusku.
apa sih yang dilihat darinya aku tidak ganteng tidak jelek tapi aku tahu apa yang dilihat dariku,mungkin bia dikatakan karena aku selalu merendah tidak bandel dan cengeng dan mungkin senjata kahas ku aku memiliki otak yang encer yang selau saja bisa melahap pertanyaan setip soal fisika ,kimia dan matematika.
kulangkahkan kakiku dengan tatapan nanar,kubuka buku yang dia berikan padaku...
aku hanya tersenyum ternyata dia sangat gila seperti diriku mencintai..aku tersenyum senyum kecil ketika fotoku  terlihat menghiasi halaman pertama tertulis kata"my love,sipendiam bintang kecilku"
kubuka lembaran demi lembaran tertulis perilaku perilakuku,seperti..dia hanya tersenyum dan kali ini dengan telak kumelihat dirinya memandangiku dari mejanya dan aku hanya terdiamdan kembali memalingkan wajahnya setelah dirinya dengan cepat memalingkan wajahnya jauh ke arah lain,kali ini dia kena gubris guru karena uang bukunya dah sebulan belum dibayarin,si gurupun dengan bijaksana mencubit pinggangya,ada rasa kasihan tapi aku harus apa??
aku tersenyum senyum kecil menahan tawaku  dan kembali mengingat ingat kenangan apa yang disiratkan  olehnya dan membuka jendela hatiki betapa dirinya selama ini sangat mengaagumiku..
lembaran kelima kulihat sebuah puisi
yang berjudul


sang arjuna

diamnya tersirat sebuah malapetaka bagiku
awalnya aku hanya kosong menatap tingkahnya
lelaki itu hanya terdiam
seribu diam
tak bergeming
diamnya menyeruak memberantas kehampaan ruang kelas
riuh terdengar tapi mengesankan
dia terlahir dengan idealisme sang juara
tak berbicara tapi dia tidak mati
hatiku menyimpulkan sebuah tanya yang membeku di akhir bel sekolah
di napasnya terlihat semangat hidup yang mengalir
pikirannya membuat malaikat bertanya
mengutukiku melangkah lebih bijak
beranjak berlayar ke lautan mengejar mimpiku
dia laksana pangeran dengan senjata di pikrannya
dia seperti hantu
menakutiku akan kekalahan
cinta ini terlahir seperti para pemberontak
terlahir pelangi membunuh idealismeku
kebenaran itu  menjelma menjadi pujaan
ada cinta di taman para penyair
diamnya menghantui hariku
akupun terlena dalam bayangnya


from my love,hendra damanik



a
aku ingat ketika pak handoko ,guru bahasa indonesia menugaskan kita untuk membuat pusi ataupun sebuah syair,kita satu persatu ke depan untuk membacakan hasil karyanya masing masing,aku terkaget ketika giliranmu mengheningkan semua ruang kelas,kelas terpaku diam terhenyak semangatmu,kau aliri kami saat itu untuk menjadi pemberani,berani untuk bermimpi hingga ke ujung dunia,kau lukiskan kebobrokan di negara ini dan aku hanya terdiam engkau hanya seumur jagung tapi engkau tlah berpikir untuk negara ini dan impianmu.setelah itu aku memberikan meminta padas pak handoko untuk kembali menyalin ke buku harianku...saat itulah aku jatuh cinta
aku jatuh cinta dengan semua idealismemu dan kesederhaanan engkau tawarkan dengan berani bermimpi

KITA adalah para pemimpi

kita adalah kumpulan orang miskin
beranjak dewasa menyusuri kebobrokan bangsa ini
kita mempersenjatai pikiran kita dengan rasa nasionalisme
bermimpi menjadi gelombang yang menghempas kesombongan para penguasa
di negeri ini uang yang mengatur segalanya
semua bisa  dibeli sahabat
jangan tanyakan padaku apa arti dari sang nasionalisme
tapi tanyakanlah padaku sebuah mimpi
aku bermimpi 30  tahun ke depan SALAH SATU ANAK SMU NEGERI SIANTAR akanmenjadi bintang
aku bermimpi salah satu anak dari ruang kelas ini akan menjadi menjadi presiden
akan menjadi p[emberontak
menegakkan kebenaran di altar manusia kalah
hingga badaipun enggan menakuiti
kita hanyalah para pemberani
ksatria dari siantar
berjuanglah hingga waktu mengalahkann kita
berdirilah dengan penamu
usunglah mimpimu di pagi hari
hingga senja kita terasing di tahta para raja

kemanakah langka sang ksatria
terdengarkah terompet kebenaran memanggil
berjuanglah dengan kesederhanaanmu
berjanjilah di altar para pahlawan tanpa jasa
kita pergi...
kitakan kembali
dengan merah putih di dada
dengan mimpi yang bertebaran
bijaklah dengan hatimu
mereka  akan menunggu hasil karyamu
hingga langitpun tersenyUM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar