seperti alam indah menghiasi sang mentari aku masih tertegun dalam sejumlah gundah,membasahi pipiku.ini adalah hal yang tersulit di dalam pikirku ketika aku harus menemukan jalan buntu berakhir di batam.tak ada yang bisa dilakukan selain mengubur semua impian dan yakinkan diriku bahwa aku bisa untuk melangkah.di kota ini aku nyatakan aku kalah tapi disana ,di kota yang baru aku akan meraih kemenangan.
kulirik bapakku hanya terdiam ketika aku menaiki bus yangkan membawa perjalanan baru yang kan menetukan nasibku,kita hanya bisa merancang tapi tuhanlah yang kan menentukannya ,bapak hanya melambai dengan senyumannya ketika aku melambai padanya,dengan itu juga dirinya menyambut lambaian tanganku tapi kurasakan yang lain dri senyuman lelaki yang baik ini,ada rasa kekalahan yang mengalir ketika untuk ketiga kalinya dia mengantar ketiga anaknya ditempat ini,di bus yang sama dan menuju kota yang sama tanpa satupun diantara keempat anaknya dia mampu wujudkan dan harus bertarung sendiri menetukan masa depannya dengan doa dan perjuangan.kita hanyalah manusia yang kalah di negeri ini bukan hanya aku yang harus ditaklukkan,bukan kita tak berusaha kita telah memberikan yang terbaik buat masa depan tapi akhirnya kita harus mengakui kalau kita hanya dikalahkan dengan satu langkah,skak mat dalam istilah catur,materi dan dana itulah yang menghantui.mungkin bukan hanya aku tapi banyak lagi generasi bangsa ini yang memiliki cita cita besar tapi harus menyerah di hamparan kegelapan bangsa ini tanpa ada yang perduli dan sibejat dengan uang,kekuasaan di tangan kanan mereka mengghantui mimpi,meraih segalanya dengan keserakahan tanpa moral melakukan peristia peristiwa besar,menjadi tikus tikus yang memakan uang rakyat.bus PMH dah berjalan dengan seiring tanyaku,kulihat menit menit aku akan meninggalkan kota ini,dimana ada mimpi pastinya,persahabatan,perjuangan,berantem ama teman sampe masalah percintaan,cinta hanya di hati mengagumi tanpa ijinnya dibawah kebodohanku,mencinta tanpa dicinta.kulirik ibu di sebelahku hanya membisu tetapi mulutnya sibuk dengan sirih,ibu sengaja mengantarku ini sudah biasa dilakukannya buat kakak dan abang dan aku tapi kali ini kedatangannya kurasakan bahagia karena kami mendapat kabar gembira seminggu yang lalu,kakak tlah mendapat momongan seorang putra,di hati kecil ada sinar kebahagian melihat cucunya,membayangkan gemasnya dia melihat cucunya,menciuminya ,memandikannya dan aku tahu kebagian ibu tak dapat di hitung dengan rumus hukum pascal,begitu juga aku,ada kebahagiaan yang tak terkira melihat keponakanku ini.sendiri aku menatapi keindahan di luar kaca,kulirik jam tanganku dah jam sepeluh malam,kulihat barisan rumah yng hilang sekejap saja,sepi dan sunyi,pak supir larut dalam irama iwanfals yang menjadi teman terhebatnya mengalahkan ngantuk dan kernetnya hanya memandangi jauh ke depan dengan tatapan nanar berharap hari ini tidak kecewa yang harus berantam dengan angin malam bila ban tiba tiba pecah ataupun ada sesuatu masalah yang menghambat karena bus harus tiba di dumai paling lama jam o6.oo wib berharap semua penumpangnya tiba tujuan dengan selamat,karena mereka akan memberikan yang terbaik buat penumpangnya.aku belum bisa tidur dan anganku masih melayang kucoba untuk memperbaiki posisi tidurku,kuraih tas ibuku,kubuka dan kuraih sebungkus nasi dengan lauknya telor asin,ibu sengaja buatin karena sudah berpengalaman ke batam,bila dihitung dah lebih sepuluh kali karena kakak ketika lajang sering ngajakin mamak jalan jalan ke batam.
entah apa yang menbuatku tertidur lelap hingga suara teriak ibu membangunkanku,akhirnya tiba juga di dumai loket bus PMH,semua penumpang turun dan mengawasi barang bawaannya."dek,kamu jagain tas ya,ibu pesan tiket kapal dulu"perintah ibuku.
" i ya bu"sahutku.ibu melangkah menuju loket kapal,ada dua loket yang tertera ,ada BATAM JET dan DUMAI EXPRESS.terlihat ibu ngantri di barisan batam jet.kata kakak bila mamak kebatam selalu naik kapal ini,gak tahu kenapa dia setia kali dengan pilihanya ini dan biarkanlah jawaban ini menjadi sebuah tanyaku.setelah itu dia menghampiriku dan bertanya"kamu lapar"
"belum bu" jawabku
lalu ibu menyuruhku mengangkat tasku keatas mobil pick up yang di sediakan oleh pt batam jet untuk membawa ke pelabuhan sedangkan kami menaiki bus yg berdesakan dengan para barang bawaan,sungguh sangat mengelikan dan mengharukan bangsa indonesia tlah merdeka lima puluh tahun lalu tapi rakyatnya tak pernah merasa bahagia selalu saja di kalahkan dan kemiskinan bagi kaum bawah.mobil melaju di dingin nya pagi,begitu juga 15 menit tlah berlalu akhirnya mataku berhadapan dengan kapal kapal laut yang besar sepuluh lipat rumah bertingkat yang kulihat dengan mataku sendiri dan ada suasana yng mencengangkan yang selama ini hanya di buku buku pelajaran yang kulihat dan tak terbayangkan aku harus bilang apa.kami bergegas turun dengan barang bawaan masing masing menuju kapal batam jet dan dengan senyum sapa para anak kapalnya,sesuai dengan tiket kami di bimbing ke tempat kursi kami masing masing dan akhirnya berangkat setelah semuanya kulihat kursi sudah penuh dengan penumpang,jujur baru kali ini aku naik kapal ada rasa bimbang dan ngeri bercampur takut yang menghantui karena kabar angin yang kudengar,ombak sangat keras dan aku tak mau mati di telan ombak......ahahahahaha takut deh.
ternyata tak sehoror seperti yang kupikirkan ternyata enak juga berpapasan dengan laut,ketika angin menampar wajahku dan aku melihat kapal membelah laut aku tercengang dari rasa bodohku,kulihat dan kubayangkan begitu besar tuhan menciptkan seisi bumi ini,ketakjuban hati betapa agung dan mulia kasih tuhan.semuanya air tak terlihat daratan,kulangkahkan kakiku keburitan kucoba menyentuh air dengan tanganku dan akupun terkesima,airnya begitu dingin.seiring tanya dan waktu kembali lamunanku menghantui rasa bodohku ada rasa harapan dan semangat mengalir bahwa tuhan ku tak sembarangan tuhan dia akan selalu memegang tangan kita disaat kita lelah dan bimbang.ketakjuban ku dengan dunia yang selama ini hanya kubayangkan kini hadir di depan mata,tak terbayangkan semuanya menjadi pengalaman baru bagiku dan membuka imajinasiku tentang dunia,dunia yang kulihat hanya seprti bola,bulat tapi kini kusadar dasyatnya ciptaan tuhan.akhirnya yang kutunggu kutunggu datang juga tiba juga di batam tepat pukul 16.00 sore,semua penumpang mengambil ancang ancang untuk segera keluar denganbberdesakan ,takut barangnya kehilangan,itulah egoisnya karena tak seperti di BUS PMH dimana semua krunya berrusaha memberika yang terbaik tapi disini beda jika kita kehilangan barang pihak pengusaha batam jet tak bertanggung dan seolah tak acuh dan bersalah dengan gampangnya itu bukan tanggung jawab kami.ada emang rasa jengkel ketika kita harus berdesakan dengan penumpang lain menunggui satu persatu barang yang diturunkan,begitu kolotnya negara ini ataupun bisa dikatakan begitu bodohnya penghuni pulau ini itu yang terpikirkanku ditambah lagi dengan calo calo yang matanya liar seperti harimau di gurun panas menahan lapar menanti mangsa.jujur kubilang pihak aparat tak ada dikala itu yang membuat jengkelku katanya kota batam bisa di katakan kota metropolitan tapi mana,kesan terburuk bagiku.akhirnya tas itu tiba juga ,kuangkat mengikuti ibu dari belakang menuju ruangan tunggu,tapi terkesima ketika seorang petugas layaknya bak rambo menanyai identitasku."mana KTP"tanyanya
jawabku dengan polos"tak ada pak"
ya udah kamu ke sebelah kanan saja ruang karantina ato isol,tunggu petugas administrasi dengan suara lantang sedikit memaki .aku keheranan dan kebingungan begitu juga ibuku,mengapa di negara sendiri kita juga kena tindas,seberapa hebatkah batam ini hingga pendatang juga harus kena biaya administrasi atau dikatakan uang jaminan,kemana tujuan uang ini,apakah ke kas negara ato masuk kekantong para monyet ini,itulah gambaran yang kulukiskan buat KPLP di kota ini(keamanan pelabuhan)karena aku sangat jengkel melihat gaya petugas yang amburadul.yang pastinya bila ini terjadi dikampungku pastinya aku sudah kejar pake golok tapi aku hanya bisa menahan emosi,dendam ini akan selalu abadi bagiku,dan hanya orang orang goblok lah yang menyetujui peraturan daerah dengan memalak pendatang yang baru datang karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan,kita jauh pergi meninggalkan kampung halaman dengan uang pas pasan,hanya ongkos doang tapi demi sesuatu yang bagiku sangat menjengkelkan kita akhirnya juga mengikuti peraturan daerah ini.aku hanya tertegun ketika aparat memberhentikan langkahku di pintu masuk karena aku gak punya KTP BATam ITU BISA kumaafkan tapi yang gak bisa kumaafkan kebiadaban petugas yang rela melihat ibuku dengan usianya yang sudah tua mengangkat barang bawaan ke ruang tunggu yang jaraknya 20 meter,sungguh sangat biadab dan tak bernurani.di sela sela emosiku akhirnya bantuan itu datang juga,seorang petugas dengan tinggi dan bijaksana memegang tanganku
"lae hendra damanik kan"tanyanya
sekejap saja kucoba untuk melepas cengkeraman jari jarinya sambil menatap matanya yang kutakutkan mungkin petugas ini membawaku ke sel karena aku gak punya identitas karena pada saat itu rawan ancaman teroris,amroji berkeliaran bersama para anteknya.
"tenang lae,aku teman kakakmu,pegang aja tanganku biar kita keluar dari tempat ini"lanjutnya
dengan perasan senang kulirik ke arah pintu ruang tunggu kulihat kakakku dan ibuku tersenyum,tersenyum karena aku sudah ngos ngosan menghadapi masalah ini,baru saja kaki mendarat sudah banyak kali rintangan,macam mana pulalah ini.....tanyaku!!!!
"gimana dek,makin banyak ya jerawatnya tambah besar,dlu kecil"canda kakakku dengan pintar tangannya memberikan uang ke pada petugas tadi.aku gak tahu seberapa besar tapi kebusukan bangsa ini terlihatku dengan jelas,suap menyuap sudah biasa ditempat ini karena petuga s sama ganasnya dengan singa di coloseum romawi,apa saja diembat yang penting ada yangkan di bawa ke sanak istri.ini adalah sebuah cerita ,terlalu ironis untuk mengatakan,bukankah batam juga negara kesatuan NKRI tetapi aku di sini seperti angsa yang kehilangan kolam nya,aku terdiam di administrasi peraturan negeriku sendiri yang membosankan ,bagiku dan kutahu yang membuat peraturan itu akan puas apa yang dilakukannya tapi bagiku dialah orang yang tergoblok di negara ini.aku terhenyak ketika suara kakak membimbing langkah ibu dengan menggandeng kedua tangannya dan aku berimajinasi dengan seluruh otot badanku berinteraksi membentuk energi sepadan mengangkat tas di pundakku dan berjalan terus keluar .di luar juga aku sendiri semakin membisu,kulirik wajah wajah yang tak bersahaja sambil meneriaki agar kita mau menaiki jasanya,itulah tukang taxi di kota ini teman,wajahnya seram,pakaian emang sdikit rapi tapi wajahnya itu,seram seram dan gaya bahasanya sdikit bergaya preman tapi cinta damai karena kutahu di balik wajahnya yang seram ada yang harus dia beri makan,keluarganya menanti dengan seribu senyuman dan kel;ak bagi kamu yang belum menikah pasti akan merasakan perjuangan yang sama bagi kita yang bertempur di bawah kemiskinan.oh ya,,,disini profesi supir taxi hak penuh di pegang oleh orang batak ,emang ada sebagian orang padang,flores dan yang lainnya.
"namboru(sebutan ibu ato wanita yang dianggap di hormati yang sederajat dengan ibu,bagi yang menyebut),mau kemana,,,,?"tanya seorang pria paruh baya,rambutnya gondrong,kumis tebal melukiskan kegarangan pria ini dan kutahu dengan lidah besinya akan memberikan penawaran tarip ongkos yang mahal tpi dia tersenyum dengan giginya yang kuning ,tak usah kamu bayangkan kawan karena terlihat bahwa pria ini amburadul melengkapi wajahnya yang hancur."harga pasnya kukasih tarifnya namboru"lanjutnya dengan semangat juang yang tinggi.langkah kakak terhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar